JurnalLugas.Com – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi fondasi utama pembangunan nasional.
Dalam peresmian lima bendungan yang dilakukan secara serentak dari Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026), kepala negara menekankan bahwa kesejahteraan rakyat harus dimulai dari terpenuhinya kebutuhan pangan.
Menurut Prabowo, pemerintah tidak akan menganggap persoalan pangan sebagai isu biasa.
Baginya, memastikan masyarakat dapat menikmati kehidupan yang layak tanpa dihantui kelaparan merupakan tanggung jawab negara yang tidak bisa ditawar.
“Saya tidak rela rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Saya juga tidak ingin ada anak Indonesia yang masih mengalami kelaparan,” tegas Prabowo dalam pidatonya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan arah kebijakan pemerintah yang selama ini mendorong peningkatan produksi pertanian, pembangunan infrastruktur irigasi, hingga penguatan cadangan pangan nasional.
Peresmian lima bendungan sekaligus dinilai menjadi bagian dari strategi besar pemerintah memperkuat sektor pertanian.
Infrastruktur sumber daya air diharapkan mampu meningkatkan luas lahan yang mendapat pasokan irigasi, mengurangi risiko kekeringan, sekaligus mendukung peningkatan hasil panen petani.
Presiden menilai sebuah negara tidak akan memiliki fondasi ekonomi yang kokoh apabila masih bergantung pada pasokan pangan dari luar negeri.
Karena itu, upaya menuju swasembada pangan menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa kemampuan menghasilkan pangan secara mandiri merupakan simbol kemandirian bangsa.
Ia optimistis Indonesia memiliki sumber daya alam dan potensi pertanian yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri.
Ingatkan Aparatur Negara Tetap Berpihak kepada Rakyat
Selain berbicara mengenai pangan, Presiden juga memberikan pesan khusus kepada aparatur negara, mulai dari birokrat, anggota TNI hingga Polri.
Ia meminta seluruh penyelenggara negara melakukan evaluasi diri agar tidak melupakan amanah yang diberikan masyarakat.
Prabowo mengingatkan bahwa jabatan dan kepercayaan yang diterima setiap aparatur berasal dari rakyat sehingga harus digunakan sepenuhnya untuk melayani kepentingan publik.
Secara singkat, Presiden menekankan bahwa setiap pejabat negara harus selalu mengingat asal kepercayaan yang mereka emban dan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas dalam setiap pengambilan keputusan.
Pengamat kebijakan publik menilai pembangunan bendungan, irigasi, dan infrastruktur pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ketersediaan pangan yang memadai diyakini dapat menekan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta memperkuat kesejahteraan petani.
Ketika produksi pangan meningkat, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi sehingga ketahanan ekonomi nasional menjadi lebih kuat menghadapi gejolak global.
Sejumlah masyarakat berharap komitmen pemerintah tersebut dapat diwujudkan melalui program nyata yang langsung dirasakan petani maupun keluarga berpenghasilan rendah.
Mereka menilai pembangunan infrastruktur harus diikuti dengan kemudahan akses pupuk, bibit berkualitas, irigasi yang berfungsi optimal, serta harga hasil panen yang menguntungkan petani.
Dengan demikian, tujuan menghadirkan ketahanan pangan nasional tidak hanya menjadi target pemerintah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
Ikuti berita nasional, ekonomi, dan kebijakan pemerintah terbaru hanya di JurnalLugas.Com: https://JurnalLugas.Com
(Soefriyanto)






