JurnalLugas.Com – GPS atau Global Positioning System sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Fitur ini digunakan untuk mencari alamat, menentukan rute perjalanan, memesan transportasi online hingga melacak posisi perangkat.
Meski hampir setiap ponsel pintar memiliki layanan lokasi, masih banyak orang yang belum mengetahui bagaimana GPS sebenarnya menentukan posisi seseorang.
GPS merupakan sistem navigasi berbasis satelit yang dikembangkan untuk memberikan informasi mengenai lokasi dan waktu secara akurat. Perangkat penerima GPS di ponsel akan menangkap sinyal dari satelit yang mengorbit Bumi.
Bagaimana GPS Menentukan Lokasi?
Cara kerja GPS sebenarnya cukup menarik. Ketika layanan lokasi digunakan, perangkat akan mencari sinyal dari beberapa satelit GPS yang berada dalam jangkauan.
Satelit tersebut mengirimkan sinyal yang membawa informasi mengenai posisi satelit dan waktu pengiriman sinyal. Ponsel kemudian menghitung berapa lama sinyal tersebut tiba di perangkat.
Dari perhitungan itu, sistem dapat memperkirakan jarak perangkat terhadap satelit.
Agar posisi dapat ditentukan dengan lebih tepat, perangkat membutuhkan sinyal dari beberapa satelit sekaligus. Secara sederhana, semakin banyak satelit yang dapat digunakan dengan kondisi sinyal baik, semakin mudah sistem memperkirakan posisi perangkat.
Menurut penjelasan badan antariksa dan lembaga navigasi satelit, penentuan posisi dilakukan dengan menggabungkan informasi waktu tempuh sinyal dari sejumlah satelit. Faktor waktu sangat penting karena perbedaan kecil saja dapat memengaruhi hasil perhitungan lokasi.
Mengapa GPS Bisa Menunjukkan Lokasi di Ponsel?
Ponsel modern tidak hanya mengandalkan satelit GPS. Perangkat biasanya menggabungkan informasi dari beberapa sumber, seperti jaringan seluler, Wi-Fi, sensor gerak dan sistem satelit navigasi lainnya.
Karena itu, lokasi yang muncul di aplikasi peta dapat ditentukan lebih cepat dibandingkan jika hanya mengandalkan satu sumber sinyal.
Inilah alasan mengapa lokasi pada ponsel terkadang tetap dapat diperkirakan meskipun penerimaan sinyal satelit sedang kurang optimal.
Kenapa GPS Kadang Tidak Akurat?
GPS tidak selalu menunjukkan titik lokasi secara sempurna. Kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap kualitas sinyal.
Gedung tinggi, terowongan, pepohonan lebat, kawasan dengan banyak penghalang atau posisi perangkat yang sulit melihat langit secara terbuka dapat membuat akurasi menurun.
Selain itu, gangguan atmosfer dan kualitas penerima sinyal pada perangkat juga dapat memengaruhi hasil.
Pengguna mungkin pernah melihat titik lokasi pada peta bergerak beberapa meter dari posisi sebenarnya. Kondisi seperti ini masih dapat terjadi dan tidak selalu berarti GPS pada ponsel mengalami kerusakan.
GPS Bukan Hanya untuk Menunjukkan Arah
Pemanfaatan GPS kini jauh lebih luas. Sistem penentuan posisi berbasis satelit digunakan dalam transportasi, pemetaan, pertanian, penerbangan, pelayaran, hingga berbagai layanan berbasis lokasi.
Pada tingkat konsumen, fungsi yang paling sering ditemui adalah navigasi. Aplikasi peta dapat memanfaatkan informasi posisi untuk menghitung rute perjalanan dan memberikan petunjuk arah.
Sementara itu, pada sektor profesional, teknologi penentuan posisi dapat digunakan untuk pemetaan wilayah, pemantauan kendaraan dan berbagai kebutuhan lainnya.
GPS, A-GPS dan GNSS Berbeda
Istilah GPS sering digunakan untuk menyebut seluruh teknologi penentuan lokasi pada ponsel. Padahal, GPS merupakan salah satu sistem navigasi satelit.
Ada pula GNSS (Global Navigation Satellite System) yang merupakan istilah lebih luas untuk berbagai sistem navigasi satelit. Selain GPS milik Amerika Serikat, terdapat sistem lain seperti Galileo milik Eropa, GLONASS milik Rusia dan BeiDou milik China.
Sedangkan A-GPS (Assisted GPS) menggunakan bantuan jaringan komunikasi untuk membantu perangkat memperoleh informasi lokasi dengan lebih cepat, terutama ketika perangkat pertama kali mencari posisi.
Jadi, ketika pengguna melihat fitur lokasi pada ponsel, teknologi yang bekerja di belakangnya bisa melibatkan lebih dari sekadar GPS.
Sederhananya, Begini Cara GPS Bekerja
Jika disederhanakan, GPS bekerja melalui tiga tahap utama: satelit mengirimkan sinyal, perangkat menerima dan menghitung waktu tempuh sinyal, kemudian sistem memperkirakan posisi berdasarkan sejumlah satelit.
Teknologi tersebut kemudian dapat dipadukan dengan jaringan seluler, Wi-Fi dan sensor perangkat untuk menghasilkan informasi lokasi yang lebih cepat dan berguna bagi pengguna.
Perkembangan teknologi membuat proses tersebut berlangsung dalam hitungan detik. Pengguna cukup membuka aplikasi peta, menentukan tujuan dan mengikuti petunjuk yang tersedia.
Namun, GPS tetap bukan sistem yang selalu sempurna. Ketepatan lokasi bergantung pada kondisi sinyal, lingkungan sekitar, perangkat dan teknologi pendukung yang digunakan.
Memahami cara kerja GPS penting agar pengguna tidak langsung menganggap kesalahan titik lokasi sebagai kerusakan perangkat. Dalam banyak situasi, gangguan tersebut justru dipengaruhi kondisi lingkungan tempat perangkat digunakan.
Baca informasi teknologi dan artikel menarik lainnya di JurnalLugas.Com.
(Tirta)






