Houthi Putus Jalur Taiz-Aden, Pemerintah Yaman Balik Lancarkan Operasi Militer

JurnalLugas.Com – Pemerintah Yaman mengumumkan operasi militer baru untuk merebut kembali wilayah yang masih dikuasai kelompok Houthi. Langkah ini dilakukan ketika pertempuran di Provinsi Taiz kembali meningkat dan jalur penting menuju Aden terputus.

Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, mengumumkan dimulainya operasi tersebut pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Alimi mengatakan operasi diarahkan untuk mengambil kembali wilayah yang berada di bawah kendali Houthi sekaligus mengembalikan kewenangan pemerintah ke seluruh wilayah Yaman.

Ia meminta seluruh pasukan menjalankan operasi sesuai rencana yang telah disiapkan hingga wilayah Yaman terbebas dari kendali Houthi.

Pengumuman itu muncul setelah Houthi berhasil memutus jalur pasokan utama yang menghubungkan Taiz dengan Aden, kota yang menjadi pusat pemerintahan sementara Yaman.

Taiz Makin Terisolasi

Situasi di Taiz menjadi perhatian utama dalam eskalasi terbaru. Pertempuran berlangsung selama beberapa hari di dalam dan sekitar kota tersebut.

Houthi dilaporkan menguasai wilayah al-Safiya. Pengambilalihan itu membuat jalan utama terputus dan kantor polisi di kawasan tersebut berada di bawah kendali kelompok tersebut.

Baca Juga  Pertempuran Yaman Makin Sengit, Pasukan Pemerintah dan Houthi Berebut Kahbub

Sejumlah sumber militer Yaman membenarkan penguasaan wilayah itu. Akibatnya, lalu lintas di jalur utama berhenti dan Taiz semakin terisolasi.

Pertempuran di bagian barat Provinsi Taiz hingga kawasan perbatasan Lahj dilaporkan menewaskan lebih dari 70 orang dalam sehari.

Pemerintah Yaman menyebut 34 pasukannya tewas, sedangkan sumber militer Houthi menyatakan 39 anggotanya tewas dalam pertempuran.

Meski dikepung dari sejumlah arah, Kota Taiz masih berada di bawah kendali pasukan pemerintah.

Peneliti Chatham House, Farea Al-Muslimi, menilai Houthi telah mencapai salah satu tujuan militernya dengan memutus hubungan Taiz dan Aden. Namun, penguasaan penuh terhadap Taiz belum terjadi.

Warga setempat juga menyatakan tidak akan membiarkan Houthi memasuki kota.

Konflik Meluas ke Arab Saudi

Eskalasi di Yaman juga kembali menyeret Arab Saudi. Setelah relatif mereda selama beberapa tahun, perang kembali meningkat sejak Juli di tengah konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, pada Minggu mengklaim kelompoknya meluncurkan rudal balistik dan drone ke fasilitas energi Saudi Aramco di Riyadh dan Khurais.

Baca Juga  Prabowo Setujui Pencabutan Moratorium Pekerja Migran ke Arab Saudi Potensi Devisa Rp31 Triliun

Saree menyatakan serangan tersebut mengenai sasaran dan memicu kebakaran di lokasi yang dituju.

Di sisi lain, saluran televisi Houthi Al-Masirah melaporkan serangan udara Arab Saudi ke Provinsi Al-Jawf dan Saada di Yaman utara. Dua orang disebut terluka.

Sehari sebelumnya, pemerintah Yaman juga menyatakan pasukannya menyerang sejumlah posisi Houthi, termasuk di Sanaa, Saada dan kawasan sekitar Taiz.

Kemampuan udara pemerintah Yaman sendiri terbatas. Dalam konflik sebelumnya, koalisi pimpinan Arab Saudi menjadi kekuatan utama dalam serangan udara terhadap posisi Houthi.

Yaman kini kembali menghadapi eskalasi perang yang berisiko memperburuk krisis kemanusiaan. Negara tersebut telah lama berada dalam kondisi sulit sejak perang saudara pecah pada 2014, ketika Houthi merebut Sanaa dan kemudian menguasai sebagian besar wilayah utara.

Baca berita terbaru dan informasi aktual lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait