Cara Menghitung Nilai Investasi Emas? Ini Rumus dan Contoh Sederhananya

JurnalLugas.Com – Emas kerap dipilih sebagai salah satu aset untuk menyimpan nilai dalam jangka panjang. Namun, sekadar mengetahui harga emas hari ini belum cukup untuk memastikan apakah investasi yang dimiliki benar-benar memberikan keuntungan.

Investor perlu menghitung kembali modal yang dikeluarkan dengan nilai emas ketika dijual. Dari sini akan terlihat apakah investasi tersebut menghasilkan keuntungan atau justru masih berada di bawah modal awal.

Bacaan Lainnya

Lantas, bagaimana cara menghitung nilai investasi emas dengan benar?

Rumus Dasar Menghitung Nilai Investasi Emas

Cara paling sederhana adalah menghitung selisih antara nilai jual emas dan modal yang dikeluarkan saat membeli.

Keuntungan = Nilai jual kembali – Modal pembelian

Sementara untuk mengetahui persentase keuntungannya, dapat menggunakan rumus:

ROI = (Keuntungan ÷ Modal awal) × 100 persen

Metode ROI juga umum digunakan untuk melihat seberapa besar hasil investasi dibandingkan modal awal.

Sebagai contoh, seseorang membeli emas sebanyak 5 gram dengan harga Rp1.500.000 per gram.

Modal pembelian:

5 gram × Rp1.500.000 = Rp7.500.000

Beberapa waktu kemudian, harga jual kembali emas menjadi Rp1.700.000 per gram.

Nilai investasi saat dijual:

5 gram × Rp1.700.000 = Rp8.500.000

Maka keuntungan kotor yang diperoleh:

Rp8.500.000 – Rp7.500.000 = Rp1.000.000

Sedangkan tingkat keuntungannya:

Rp1.000.000 ÷ Rp7.500.000 × 100 persen = 13,33 persen

Artinya, secara sederhana investasi tersebut telah menghasilkan keuntungan sekitar 13,33 persen sebelum memperhitungkan biaya lain yang mungkin dikenakan.

Jangan Lupa Menghitung Selisih Harga Beli dan Buyback

Salah satu bagian yang sering luput dari perhatian investor pemula adalah spread, yakni perbedaan antara harga ketika membeli emas dan harga ketika emas dijual kembali.

Harga beli emas dan harga jual kembali memang tidak selalu sama. Karena itu, kenaikan harga emas belum otomatis berarti investor langsung mendapatkan keuntungan.

Baca Juga  Harga Emas Antam Naik Tajam Puluhan Ribu Per Gram Hari Ini

Rumus sederhananya:

Spread = Harga beli – Harga buyback

Untuk menghitung persentasenya:

Spread (%) = (Harga beli – Harga buyback) ÷ Harga beli × 100 persen

Misalnya harga beli emas Rp2.000.000 per gram, sedangkan harga buyback Rp1.900.000 per gram.

Selisihnya:

Rp2.000.000 – Rp1.900.000 = Rp100.000

Persentase spread:

Rp100.000 ÷ Rp2.000.000 × 100 persen = 5 persen

Artinya, harga emas perlu mengalami kenaikan yang cukup untuk melewati selisih tersebut sebelum investasi mulai menghasilkan keuntungan.

“Yang penting bukan hanya melihat harga emas naik, tetapi menghitung kembali nilai saat emas dijual,” demikian prinsip sederhana yang perlu diperhatikan investor saat mengevaluasi hasil investasinya.

Cara Menghitung Nilai Emas Berdasarkan Berat

Untuk emas batangan berkadar tinggi, nilai emas secara umum dapat diperkirakan berdasarkan berat, kadar kemurnian dan harga emas per gram.

Rumusnya:

Nilai emas = Berat × Kadar emas × Harga per gram

Sebagai ilustrasi, seseorang memiliki emas 10 gram dengan kadar 99,99 persen. Jika harga emas yang digunakan sebagai acuan adalah Rp2.500.000 per gram, maka perkiraan nilainya:

10 × 99,99 persen × Rp2.500.000 = sekitar Rp24.997.500

Perhitungan kadar menjadi lebih penting ketika emas yang dimiliki bukan emas batangan berkadar tinggi, melainkan perhiasan dengan kadar yang berbeda-beda.

Nilai Investasi Emas Tidak Hanya Dilihat dari Harga Hari Ini

Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah membandingkan harga emas hari ini dengan harga ketika membeli tanpa memperhitungkan harga buyback.

Padahal, investor pada akhirnya menerima uang berdasarkan harga jual kembali yang berlaku pada saat transaksi. Selain spread, biaya transaksi atau biaya lain sesuai produk yang digunakan juga dapat memengaruhi hasil akhir.

Karena itu, cara yang lebih realistis adalah mencatat tiga angka utama:

  • Total modal pembelian
  • Harga jual kembali per gram
  • Total uang yang diterima setelah penjualan

Dari ketiganya, investor dapat mengetahui keuntungan bersih secara lebih masuk akal.

Baca Juga  Harga Emas Antam Terus Naik, Buyback Ikut Ugal-ugalan

Contoh Menghitung Keuntungan Investasi Emas

Misalnya seseorang mengumpulkan emas sebanyak 10 gram secara bertahap dengan total modal Rp20 juta.

Ketika ingin menjual, harga buyback membuat 10 gram emas tersebut bernilai Rp22 juta.

Maka:

Keuntungan = Rp22 juta – Rp20 juta = Rp2 juta

Sedangkan ROI:

Rp2 juta ÷ Rp20 juta × 100 persen = 10 persen

Dengan demikian, investasi tersebut menghasilkan keuntungan sekitar 10 persen dari modal awal, sebelum memperhitungkan biaya tambahan apabila ada.

Perhitungan seperti ini jauh lebih berguna dibanding hanya melihat grafik harga emas. Investor bisa mengetahui berapa sebenarnya uang yang kembali ke tangan setelah aset dicairkan.

Kapan Investasi Emas Bisa Disebut Menguntungkan?

Investasi emas dapat dikatakan memberikan keuntungan apabila nilai bersih yang diterima ketika dijual lebih besar dibandingkan total modal yang telah dikeluarkan.

Namun, emas bukan aset yang memberikan keuntungan tetap. Harga dapat bergerak naik dan turun mengikuti kondisi pasar. Karena itu, investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya karena melihat harga sedang naik.

Bagi investor yang berorientasi jangka panjang, konsistensi pembelian dan tujuan investasi menjadi bagian penting. Strategi pembelian secara bertahap juga dapat digunakan untuk mengurangi ketergantungan pada satu harga pembelian.

Menghitung nilai investasi emas sebenarnya tidak rumit. Kuncinya adalah mengetahui berapa modal yang sudah dikeluarkan, berapa berat emas yang dimiliki, berapa harga jual kembali, serta berapa biaya yang harus diperhitungkan.

Dengan perhitungan tersebut, investor tidak sekadar melihat emas sebagai aset yang harganya naik, tetapi benar-benar mengetahui berapa nilai kekayaan yang dimilikinya.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(William)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait