JurnalLugas.Com – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menuduh Amerika Serikat melancarkan serangan ke Pulau Larak, Provinsi Hormozgan, Iran selatan. Serangan tersebut disebut menewaskan dan melukai sejumlah pejuang serta warga setempat.
Pernyataan itu disampaikan departemen hubungan masyarakat IRGC pada Minggu, 30 Agustus 2026. Iran menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresi dan memperingatkan akan memberikan balasan terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.
IRGC menilai serangan itu berkaitan dengan upaya Amerika Serikat mempertahankan pengaruhnya di kawasan. Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa agresi tersebut tidak akan dibiarkan tanpa respons.
Informasi mengenai serangan mulai muncul setelah warga di sekitar Pulau Larak melaporkan mendengar sejumlah ledakan. Pada tahap awal, lokasi pasti maupun penyebab ledakan belum sepenuhnya jelas.
Kantor berita Tasnim kemudian melaporkan informasi awal yang menyebut adanya serangan drone terhadap sebuah lokasi di pulau tersebut.
Laporan dari pihak Iran itu muncul setelah media Amerika Serikat memberitakan bahwa pasukan AS menyerang Pulau Larak. Pulau tersebut disebut menjadi lokasi persiapan pasukan Iran untuk meluncurkan roket yang membawa ranjau ke kawasan Selat Hormuz.
Hingga laporan tersebut muncul, rincian mengenai sasaran serangan dan jumlah pasti korban masih terbatas. Klaim dari masing-masing pihak juga belum memberikan gambaran lengkap mengenai rangkaian kejadian di Pulau Larak.
Perkembangan di kawasan ini menjadi perhatian karena Pulau Larak berada di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis yang memiliki peran penting bagi lalu lintas energi dunia.
Baca perkembangan berita internasional lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Dahlan)






