Zelensky Sebut Putin Masih Ingin Perang Berkepanjangan

JurnalLugas.Com — Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai perang Rusia-Ukraina belum menunjukkan tanda segera berakhir karena, menurutnya, Presiden Rusia Vladimir Putin masih menghendaki konflik terus berlangsung.

Pernyataan itu disampaikan Zelensky dalam pidato malam pada Senin, 31 Agustus 2026. Ia mengatakan informasi intelijen Ukraina bersama negara-negara mitranya masih menunjukkan adanya keinginan dari kepemimpinan Rusia untuk melanjutkan perang.

Bacaan Lainnya

“Informasi yang kami terima menunjukkan Rusia masih menginginkan perang berlanjut,” kata Zelensky.

Meski demikian, Zelensky mengklaim sebagian besar masyarakat Rusia disebut dapat menerima penghentian perang berdasarkan garis kontak saat ini. Karena itu, Ukraina bersama para mitranya terus mendorong Moskow agar membuka jalan menuju penyelesaian konflik.

Di tengah situasi tersebut, Zelensky mengungkapkan telah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Pembicaraan itu membahas langkah diplomatik berikutnya, termasuk persiapan komunikasi dengan Rusia serta kemungkinan kunjungan Witkoff dan Kushner ke Ukraina.

Menurut Zelensky, perubahan sikap dari Moskow menjadi kunci utama jika perang ingin dihentikan. Ia menekankan bahwa tekanan diplomatik harus diarahkan untuk menciptakan kondisi yang mendorong Rusia memilih penghentian perang, bukan memperpanjang pertempuran.

Zelensky juga menaruh harapan pada perkembangan diplomasi sepanjang September. Menurut dia, langkah yang diambil utusan Presiden AS dapat menjadi salah satu faktor yang menentukan arah perang dalam beberapa pekan mendatang.

Perang Rusia-Ukraina kini telah berlangsung lebih dari empat tahun. Di tengah belum jelasnya akhir konflik, jalur diplomasi kembali menjadi perhatian setelah komunikasi antara pihak Ukraina dan perwakilan Amerika Serikat terus dilakukan.

Baca berita lainnya JurnalLugas.Com

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Putin Marah Besar ke Trump Dunia Terancam Perang Dunia III

Pos terkait