JurnalLugas.Com – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah utara Nepal terus menambah jumlah korban. Hingga Senin, 31 Agustus 2026, sedikitnya 951 orang dilaporkan meninggal dunia.
Angka tersebut meningkat dari laporan sebelumnya yang mencatat 919 korban jiwa. Bencana bermula pada Rabu pagi, 26 Agustus 2026, ketika aliran air deras dari wilayah China menerjang Sungai Bhote Koshi dan memicu banjir besar.
Situasi semakin parah setelah gempa bumi memicu tanah longsor di sejumlah wilayah. Material longsoran dan derasnya arus air membuat proses pencarian serta evakuasi menjadi sulit.
Kementerian Luar Negeri Nepal juga mengungkapkan bahwa sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang akibat bencana tersebut.
Di tengah kondisi itu, tim penyelamat terus melakukan pencarian dan evakuasi. Lebih dari 10.000 orang telah berhasil diselamatkan, termasuk lebih dari 323 warga negara asing.
Pemerintah Nepal kini masih berupaya memastikan data korban dan warga yang hilang, sekaligus memperluas pencarian di wilayah yang terdampak paling parah.
Besarnya jumlah korban menunjukkan skala bencana yang sangat serius. Selain korban meninggal dan hilang, kerusakan akibat banjir serta longsor juga menjadi tantangan besar bagi proses pemulihan di kawasan utara Nepal.
Baca berita lainnya JurnalLugas.Com
JurnalLugas.Com
(Handoko)






