JurnalLugas.Com — Serangan Iran selama Operasi Epic Fury menyebabkan kerusakan besar pada sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah.
Laporan Lead Inspector General untuk Kongres AS menyebut serangan Iran telah merusak atau menghancurkan ratusan bangunan dan struktur di pangkalan militer AS yang tersebar di Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Oman, dan Yordania. Laporan tersebut mencakup perkembangan operasi hingga 30 Juni 2026.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada infrastruktur. Puluhan pesawat AS juga dilaporkan mengalami kerusakan atau hancur selama konflik. Data dalam laporan menunjukkan sejumlah pesawat tempur, pesawat pengisian bahan bakar dan drone turut terdampak serangan Iran.
“Serangan Iran menyebabkan kerusakan dan kehancuran pada ratusan bangunan serta struktur di sejumlah pangkalan AS,” demikian gambaran yang tercantum dalam laporan pengawas Pentagon.
Serangan tersebut juga berdampak pada fasilitas diplomatik AS. Departemen Luar Negeri AS melaporkan sejumlah fasilitas diplomatik di Irak, Kuwait, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mengalami kerusakan fisik akibat serangan Iran.
Laporan itu menjadi salah satu catatan resmi terbaru mengenai dampak Operasi Epic Fury terhadap aset militer AS.
Selain kerusakan fasilitas dan peralatan, laporan pengawas juga menyoroti tekanan terhadap persediaan amunisi serta kendala industri pertahanan dalam mempercepat pengadaan kembali sejumlah persenjataan.
Dengan demikian, dampak konflik tidak hanya terlihat dari serangan dan operasi militer di lapangan, tetapi juga dari kerusakan infrastruktur serta kebutuhan pemulihan aset militer AS di kawasan Timur Tengah.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Handoko)






