Minyak Dunia Terjun Bebas, Brent dan WTI Sentuh Level Terendah 12 Hari

JurnalLugas.Com – Harga minyak dunia merosot tajam pada perdagangan Senin, 21 September 2026. Dua harga acuan global turun ke level terendah dalam 12 hari setelah pasar menangkap peluang adanya perkembangan diplomatik terkait konflik Iran.

Harga minyak juga tertekan oleh perhatian investor terhadap mulai pulihnya sebagian pengiriman minyak dari Arab Saudi. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap harga di tengah pasar yang sedang mencermati situasi geopolitik di kawasan.

Bacaan Lainnya

Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman November ditutup turun USD3,53 atau 3,4 persen menjadi USD100,34 per barel.

Baca Juga  Harga Minyak Dunia Anjlok Jelang Rapat OPEC+ Trump Siapkan Tarif Baru

Sementara kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober anjlok USD4,52 atau 4,51 persen ke level USD95,78 per barel. Kontrak WTI November juga berada di USD92,47 per barel.

Penurunan tersebut membawa harga Brent dan WTI ke level terendah sejak 9 September.

Pasar Menanti Pertemuan PBB

Sentimen pasar turut dipengaruhi agenda Sidang Umum PBB pekan ini. Investor berharap pertemuan tersebut membuka ruang bagi kemajuan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Iran dan AS kembali saling melontarkan ancaman pada Minggu. Namun, Presiden AS Donald Trump menyatakan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Pezeshkian diperkirakan berada di New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB.

Peluang pertemuan tersebut menjadi perhatian pasar karena perkembangan hubungan Iran-AS dapat memengaruhi persepsi investor terhadap risiko gangguan pasokan minyak global.

Baca Juga  Harga Minyak Dunia Melonjak, Konflik Timur Tengah Biang Kerok

Di sisi lain, pemulihan sebagian pengiriman minyak dari Arab Saudi turut menjadi faktor yang menekan harga. Pasar kini menimbang perkembangan geopolitik dengan kondisi pasokan yang mulai bergerak kembali.

Penurunan harga minyak pada awal pekan ini menunjukkan bahwa investor masih sangat sensitif terhadap setiap sinyal terkait konflik Iran, hubungan Washington-Teheran, serta kelancaran pasokan minyak dunia.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait