JurnalLugas.Com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan konflik antara AS dan Iran berakhir sebelum pemilu sela Kongres AS pada November 2026.
Pernyataan itu disampaikan Trump di sela agenda Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa, 22 September.
Trump mengatakan penyelesaian konflik dengan Iran bisa terjadi sebelum pemilu sela yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November mendatang.
“Kami menilai situasi dengan Iran bisa berakhir setelah pemilu sela, bahkan mungkin sebelumnya,” kata Trump.
Pernyataan tersebut muncul ketika perhatian politik di AS mulai mengarah pada pemilu sela Kongres. Pemilu ini akan menjadi salah satu momentum penting bagi peta kekuatan politik di parlemen AS.
Sejumlah analis menilai Partai Republik menghadapi potensi kehilangan sejumlah kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS kepada Partai Demokrat.
Kondisi itu dikaitkan dengan menurunnya tingkat dukungan terhadap pemerintahan Trump di tengah kampanye militer melawan Iran. Kenaikan harga juga disebut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan para analis.
Trump sendiri belum memberikan kepastian mengenai kapan konflik tersebut akan benar-benar berakhir. Ia hanya menyampaikan kemungkinan bahwa penyelesaiannya dapat terjadi sebelum pemilu sela November.
Dengan jadwal pemilu yang semakin dekat, perkembangan konflik AS-Iran menjadi salah satu isu yang berpotensi terus mendapat perhatian dalam dinamika politik Amerika Serikat.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Dahlan)






