Puluhan Siswa SDN Gunung Agung Lampung Tengah Keracunan Usai Santap MBG

JurnalLugas.Com – Puluhan siswa SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (24/9/2026).

Keluhan yang muncul antara lain pusing, mual, muntah dan tubuh lemas. Sejumlah siswa harus mendapat perawatan di fasilitas kesehatan karena kondisi mereka membutuhkan penanganan medis.

Bacaan Lainnya

Kepala Puskesmas Bandaragung Yunus mengatakan hingga Kamis pukul 17.00 WIB terdapat 33 siswa yang telah mendapatkan penanganan medis.

Dari jumlah tersebut, 22 siswa mengalami gejala ringan dan diperbolehkan menjalani rawat jalan. Tiga siswa masih dirawat di Puskesmas Bandaragung, sementara dua lainnya berada di UGD untuk menjalani observasi.

Sedangkan empat siswa dengan kondisi sedang hingga berat dirujuk ke RS Yukum Medical Center (YMC) Bandarjaya.

“Sebanyak empat siswa kami rujuk karena membutuhkan penanganan lebih intensif,” kata Yunus, Jumat (25/9/2026).

Tenaga pendidik SD Negeri 1 Gunung Agung, Rifai, mengatakan keluhan siswa mulai terlihat sekitar pukul 08.30 hingga 09.00 WIB. Waktu tersebut berdekatan dengan setelah siswa menyantap makanan dan mengonsumsi susu kemasan yang dibagikan melalui program MBG.

“Keluhan mulai muncul setelah anak-anak makan dan minum susu,” ujar Rifai.

Menurut pendataan awal pihak sekolah, terdapat 25 siswa yang mengalami keluhan, terdiri dari 15 siswa SD Negeri 1 Gunung Agung dan 10 siswa SD Negeri 2 Gunung Agung.

Kedua sekolah berada di Kampung Gunung Agung dengan jarak sekitar 3,25 kilometer. Mayoritas siswa yang mengalami keluhan berasal dari kelas 4, 5 dan 6.

Keluhan paling banyak berupa mual dan pusing. Beberapa siswa juga mengalami lemas hingga tidak mampu melanjutkan kegiatan belajar di kelas.

Pihak sekolah kemudian membawa siswa yang mengalami keluhan ke Puskesmas Bandaragung yang berjarak sekitar satu kilometer dari sekolah. Tim medis langsung memberikan penanganan dan melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa.

Menyusul kejadian tersebut, pembagian makanan MBG di SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Gunung Agung dihentikan sementara.

Penghentian dilakukan sampai penyebab munculnya gangguan kesehatan pada para siswa diketahui melalui investigasi. Sekolah tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Di sisi lain, Rifai menyebut susu kemasan yang dikonsumsi siswa masih memiliki tanggal kedaluwarsa hingga 2027. Ia juga mengaku sempat mencicipi makanan yang disajikan dan tidak menemukan rasa atau aroma yang dianggap tidak normal.

“Saat dicicipi, makanan dan susu terasa normal, tanpa bau yang mencurigakan,” ujarnya.

Penyebab pasti puluhan siswa mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap MBG masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut.

Baca berita terbaru dan informasi lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(Bowo)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Natuna Daerah Perikanan, Tapi BGN Minta Menu MBG Jangan Ikan Laut

Pos terkait