Harga Bahan Pokok Naik Ugal-ugalan di Tengah Program MBG, Kehidupan Masyarakat Semakin Sulit

JurnalLugas.Com – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memunculkan perdebatan mengenai efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara belanja negara, stabilitas harga pangan, dan daya beli masyarakat.

Sejumlah pengamat ekonomi menilai inflasi pangan dipengaruhi banyak faktor, seperti pasokan, distribusi, musim, nilai tukar rupiah, hingga permintaan yang meningkat.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, sebagian kalangan meminta pemerintah memastikan implementasi MBG tidak menimbulkan tekanan tambahan terhadap pasokan komoditas tertentu serta tidak mengurangi perhatian terhadap upaya menjaga harga pangan bagi masyarakat luas.

Baca Juga  MBG Tetap Buka di Libur Lebaran, BGN Paksa Rapel Paket Bundling 3 Hari

Ekonom menilai program sosial berskala besar memang dapat meningkatkan permintaan terhadap bahan pangan seperti beras, telur, ayam, dan sayuran.

Namun, dampaknya terhadap inflasi sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga produksi, distribusi, serta ketersediaan stok nasional.

“Yang perlu dijaga bukan hanya keberhasilan program MBG, tetapi juga stabilitas harga agar masyarakat di luar penerima manfaat tidak mengalami penurunan daya beli akibat kenaikan harga pangan,” ujar seorang ekonom dalam analisisnya, Senin 27 Juli 2026.

Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat di berbagai daerah masih mengeluhkan harga sejumlah bahan pokok yang bertahan pada level tinggi.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena terjadi ketika pemulihan ekonomi belum sepenuhnya merata dan sebagian rumah tangga masih menyesuaikan pengeluaran sehari-hari.

Pemerintah sendiri sebelumnya menyatakan Program MBG dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung petani, peternak, dan pelaku usaha pangan melalui penyerapan hasil produksi dalam negeri.

Pemerintah juga menegaskan berbagai langkah stabilisasi harga terus dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian.

Meski demikian, sejumlah pengamat mengingatkan agar evaluasi berkala terhadap dampak ekonomi program tetap dilakukan.

Menurut mereka, keseimbangan antara keberhasilan program sosial, stabilitas harga pangan, dan daya beli masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ikuti berita ekonomi, kebijakan pemerintah, dan perkembangan harga pangan terbaru hanya di JurnalLugas.Com.

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait