JurnalLugas.Com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp103,8 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Pembiayaan tersebut telah menjangkau lebih dari 2 juta debitur, dengan sektor produktif menjadi sasaran utama. Pertanian tercatat sebagai sektor penerima terbesar dengan porsi mencapai 42,68 persen dari total KUR yang disalurkan.
Direktur Network dan Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan KUR menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang dinilai layak, tetapi belum memiliki akses memadai terhadap kredit komersial.
“BRI ingin KUR menjadi jembatan bagi UMKM untuk berkembang dan naik kelas,” ujar Aquarius dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Penyaluran tersebut juga menjadi bagian dari rekam jejak panjang BRI dalam pembiayaan usaha rakyat. Sejak 2015 hingga triwulan II 2026, total KUR yang telah disalurkan mencapai Rp1.539 triliun kepada sekitar 48,4 juta nasabah.
Di tengah ekspansi pembiayaan, BRI menyebut kualitas KUR tetap dijaga. Rasio kredit bermasalah atau NPL KUR berada di level 2 persen.
BRI juga tidak hanya mengandalkan pembiayaan. Pemberdayaan UMKM dilakukan melalui berbagai ekosistem, mulai dari Desa BRILiaN yang telah mencakup lebih dari 5.700 desa, Klasterku Hidupku dengan lebih dari 44.000 klaster usaha, hingga platform Link UMKM yang menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.
Selain itu, Rumah BUMN telah menjadi wadah pendampingan bagi sekitar 596.000 pelaku UMKM hingga Juni 2026.
Di sektor perumahan, BRI mencatat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp10,7 triliun hingga Juni 2026, atau hampir 90 persen dari target tahunan sebesar Rp12 triliun.
Untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema FLPP, penyaluran BRI mencapai Rp18,4 triliun kepada lebih dari 134.000 debitur.
Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu RK mengatakan pembiayaan tersebut menjadi bagian dari dukungan perseroan terhadap program pembangunan dan inklusi ekonomi pemerintah, termasuk MBG, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta bantuan sosial.
Secara keseluruhan, hingga akhir triwulan II 2026, kredit BRI tumbuh 16,2 persen secara tahunan menjadi Rp1.645,5 triliun. Dana pihak ketiga mencapai Rp1.580,7 triliun, sedangkan laba bersih tercatat Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan.
Bagi pelaku usaha kecil, derasnya pembiayaan KUR menjadi salah satu pintu penting untuk mendapatkan tambahan modal.
Tantangannya bukan hanya akses kredit, tetapi memastikan modal tersebut benar-benar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan pendapatan usaha.
Baca berita ekonomi dan informasi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(Endarto)






