Apakah Bayam Menyebabkan Asam Urat? Ini Penjelasan Medis

JurnalLugas.Com — Bayam kerap masuk daftar makanan yang dihindari penderita asam urat. Alasannya sederhana, sayuran hijau ini mengandung purin.

Namun, apakah makan bayam benar-benar bisa membuat kadar asam urat naik dan memicu serangan gout?

Bacaan Lainnya

Jawabannya tidak sesederhana itu.

Bayam memang memiliki kandungan purin, tetapi bukti medis menunjukkan bahwa purin yang berasal dari sayuran tidak memberikan dampak yang sama dengan purin dari makanan hewani.

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa sayuran yang relatif kaya purin, termasuk bayam, tidak terbukti meningkatkan risiko hiperurisemia dan gout.

Konsumsi sayuran secara umum tetap dianjurkan dalam pola makan sehat penderita asam urat.

Bayam dan Asam Urat, Apa Hubungannya?

Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin. Karena itu, makanan yang mengandung purin memang menjadi perhatian bagi orang dengan hiperurisemia atau gout.

Namun, sumber purin ternyata ikut menentukan risikonya.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa purin dari daging dan makanan laut lebih berkaitan dengan peningkatan kadar asam urat dibandingkan purin yang berasal dari sayuran. Bahkan, penelitian terhadap sayuran kaya purin seperti bayam tidak menemukan peningkatan risiko gout yang berarti.

Baca Juga  Apakah Asam Urat Bisa Merusak Ginjal? Ini Hubungan Perlu Dipahami

Kementerian Kesehatan juga menyebut bahwa penelitian terbaru tidak menunjukkan konsumsi sayuran kaya purin sebagai pemicu peningkatan risiko hiperurisemia dan gout.

Artinya, bayam tidak otomatis menjadi penyebab asam urat kambuh hanya karena mengandung purin.

Jadi, Bolehkah Penderita Asam Urat Makan Bayam?

Pada prinsipnya, boleh.

Penderita asam urat tidak perlu langsung menghilangkan bayam dari menu hanya karena khawatir terhadap kandungan purinnya. Yang lebih penting adalah menjaga pola makan secara keseluruhan.

Pola makan sehat untuk penderita gout lebih diarahkan pada pembatasan makanan yang memang terbukti meningkatkan kadar asam urat, seperti daging merah, jeroan, sebagian makanan laut, alkohol, serta minuman tinggi gula atau fruktosa.

Seorang ahli gizi dari Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa sayuran kaya purin seperti bayam tetap dapat menjadi bagian dari pola makan penderita gout.

“Sayuran kaya purin tidak menunjukkan risiko yang sama dengan purin hewani,” demikian inti penjelasan dalam panduan diet gout yang diterbitkan Kementerian Kesehatan, yang dirangkum JurnalLugas.Com, Minggu 04 Oktober 2026.

Yang Perlu Lebih Diwaspadai

Kesalahan yang sering terjadi adalah hanya berfokus pada satu jenis makanan. Padahal, pengendalian asam urat tidak cukup dilakukan dengan menghindari bayam.

Berat badan berlebih, konsumsi alkohol, minuman berpemanis, makanan tinggi purin dari sumber hewani, serta pola makan yang tidak seimbang juga perlu diperhatikan.

Pedoman pengelolaan gout menyarankan pola makan seimbang dengan memperbanyak sayuran dan serat, sekaligus membatasi alkohol, makanan tinggi purin dan minuman berpemanis.

Karena itu, jika seseorang memiliki kadar asam urat tinggi, menghapus bayam dari menu belum tentu menjadi solusi utama. Yang lebih penting adalah melihat keseluruhan pola makan, berat badan, aktivitas fisik, konsumsi cairan, serta pengobatan apabila memang sudah didiagnosis gout.

Bayam mengandung purin tetapi tidak berarti bayam menyebabkan asam urat. Bukti medis menunjukkan sayuran kaya purin seperti bayam tidak memiliki hubungan yang sama dengan peningkatan risiko gout sebagaimana makanan tinggi purin dari sumber hewani.

Bagi penderita asam urat, bayam pada umumnya masih dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Jika serangan gout sering kambuh atau kadar asam urat tetap tinggi, evaluasi medis tetap lebih penting daripada sekadar menghindari satu jenis sayuran.

Baca informasi kesehatan dan berita lainnya di JurnalLugas.Com: JurnalLugas.Com

(Wening)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait