Harga Batu Bara Naik ke USD150, Permintaan Global Diprediksi Rekor

JurnalLugas.Com – Harga batu bara kembali menguat hingga menyentuh USD150 per ton. Kenaikan ini terjadi ketika kebutuhan energi dunia diperkirakan mencapai rekor, sementara pasokan dari Indonesia justru mengalami tekanan.

Mengutip data Trading Economics, harga batu bara kini berada di level USD150 per ton, tertinggi sejak Juni 2026.

Bacaan Lainnya

Dalam empat pekan terakhir, harga batu bara naik 1,33 persen. Jika dibandingkan dengan posisi setahun sebelumnya, kenaikannya mencapai 41,86 persen.

Penguatan harga tidak lepas dari proyeksi meningkatnya konsumsi energi global. BRI Danareksa Sekuritas menilai permintaan batu bara dunia berpotensi mencetak rekor pada tahun ini.

Baca Juga  Harga Batu Bara Tercatat di Pasar ICE Newcastle Meningkat Sentimen Tranformasi Energi Eropa Isu Negatif

Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi gangguan pasokan gas akibat perang Iran. Kenaikan harga LNG setelah blokade Selat Hormuz juga membuat sejumlah negara kembali mempertimbangkan batu bara sebagai sumber energi pembangkit listrik.

China, India, Jepang, Korea Selatan hingga sejumlah negara Eropa berpotensi meningkatkan konsumsi batu bara untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Di tengah prospek permintaan yang meningkat, pasokan dari Indonesia justru melemah.

BRI Danareksa mencatat ekspor thermal coal Indonesia pada Agustus 2026 turun 23 persen secara tahunan. Angka tersebut menjadi yang terendah untuk periode Agustus dalam lima tahun terakhir.

Penurunan ekspor dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari pembatasan kuota produksi, ketidakpastian kebijakan hingga gangguan pengiriman.

Baca Juga  PT Bukit Asam Targetkan Produksi Batu Bara 50 Juta Ton di 2025 Ini Strateginya

BRI Danareksa menilai kombinasi antara permintaan energi yang meningkat dan pasokan yang terbatas dapat menjadi penopang harga batu bara.

Dengan kondisi tersebut, harga batu bara berpeluang tetap berada pada level tinggi selama tekanan pasokan belum mereda dan kebutuhan energi global terus meningkat.

Baca berita ekonomi dan energi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(William)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait