Harga Batu Bara Terkoreksi di Pasar ICE Newcastle Harga Batu Bara Turun Indikator Stochastic RSI Tren Bullish

Fraight trains full of coal.

JurnalLugas.Com – Harga batu bara mengalami penurunan pada akhir pekan lalu, meskipun secara umum tetap berada dalam tren positif. Pada Jumat, 24 Mei 2024, harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan ini turun 1,1% menjadi US$ 143,3 per ton dibandingkan hari sebelumnya.

Meskipun mengalami penurunan harian, harga batu bara sepanjang minggu lalu masih mencatatkan kenaikan sebesar 0,81% secara point-to-point. Dalam sebulan terakhir, harga komoditas ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 5,56%.

Bacaan Lainnya

Penurunan harga ini terjadi setelah mengalami kenaikan selama empat hari berturut-turut. Pada Kamis, 23 Mei 2024, harga batu bara mencapai US$ 144,9 per ton, yang merupakan level tertinggi sejak 8 Mei.

Baca Juga  Bos Batu Bara Sumringah Harga Batu Bara Naik Terus Si Batu Hitam Tren Pendakian di ICE Newcastle US Energy Information Administration Permintaan AS Meningkat

Koreksi harga ini dianggap wajar oleh para investor yang cenderung mencairkan keuntungan setelah kenaikan beruntun tersebut. Aksi ambil untung inilah yang kemudian menekan harga batu bara.

Dari perspektif teknikal dengan kerangka waktu harian, batu bara masih menunjukkan tren bullish. Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di angka 86,52.

RSI di atas 50 mengindikasikan tren bullish, namun angka di atas 70 menunjukkan kondisi overbought atau jenuh beli.

Kondisi overbought ini semakin dikonfirmasi oleh indikator Stochastic RSI yang telah mencapai angka 100, menandakan posisi sangat jenuh beli. Kondisi ini mengindikasikan adanya risiko penurunan harga lebih lanjut.

Target support terdekat untuk harga batu bara saat ini berada di angka US$ 136 per ton. Jika level ini tertembus, maka target berikutnya adalah US$ 124 per ton.

Baca Juga  BPS Ekspor Komoditas Andalan Indonesia Batu Bara Besi Baja dan Minyak Kelapa Sawit (CPO) Lesuh

Sebaliknya, target resistance terdekat adalah US$ 150 per ton. Jika level ini berhasil ditembus, harga batu bara berpotensi naik menuju US$ 154 per ton.

Dengan analisis teknikal yang ada, meskipun terdapat risiko penurunan jangka pendek, tren positif batu bara masih berlanjut secara umum.

Investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance kunci untuk menentukan langkah selanjutnya.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait