JurnalLugas.Com – Pada akhir pekan lalu, harga batu bara mengalami penurunan. Namun, sepanjang minggu, harga komoditas ini menunjukkan tren kenaikan. Pada Jumat, 14 Juli 2024, harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan ini tercatat sebesar US$ 135,15 per ton, mengalami penurunan sebesar 0,92% dibandingkan hari sebelumnya.
Meskipun demikian, sepanjang minggu lalu, harga batu bara berhasil mencatat kenaikan sebesar 1,82% secara point-to-point. Namun, dalam periode satu bulan terakhir, harga batu bara masih mengalami penurunan sebesar 4,49%.
Penurunan harga batu bara ini tidak terlepas dari perubahan besar di dunia yang semakin peduli terhadap pelestarian lingkungan. Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup membuat batu bara semakin tidak populer sebagai sumber energi.
Di Korea Selatan, contohnya, permintaan energi terus meningkat. Namun, negara ini berupaya untuk memenuhi kebutuhan energinya dari sumber energi baru dan terbarukan. Pemerintah Korea Selatan menargetkan bahwa pada tahun 2038, energi baru dan terbarukan akan mencakup hampir 75% dari bauran energi mereka. Sebagai perbandingan, pada tahun 2022, porsi energi baru dan terbarukan dalam bauran energi Korea Selatan masih berada di kisaran 9%.
Rencana ambisius ini akan berdampak signifikan pada penggunaan energi fosil, termasuk batu bara. Berkurangnya ketergantungan pada batu bara sebagai sumber energi utama merupakan langkah penting dalam upaya global untuk mengurangi emisi karbon dan melawan perubahan iklim.
Dengan demikian, meskipun harga batu bara mengalami fluktuasi, tren jangka panjang menunjukkan adanya penurunan penggunaan batu bara seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya energi berkelanjutan.






