JurnalLugas.Com – Latar belakang keluarga imigran tidak menghalangi Alvin Tedjo untuk menapaki karier politik hingga mencapai posisi tertinggi di pemerintahan Kota Mississauga, Ontario, Kanada.
Politikus keturunan Tionghoa-Indonesia itu terpilih sebagai wali kota setelah mengungguli dua pesaing yang lebih berpengalaman dalam politik setempat.
Kemenangan Alvin dalam pemilihan pada 26 Oktober 2026 menjadi babak baru perjalanan politiknya. Berdasarkan hasil sementara yang diumumkan Pemerintah Kota Mississauga, ia meraih 74.479 suara, mengungguli wali kota petahana Carolyn Parrish yang memperoleh 51.853 suara dan mantan wali kota Bonnie Crombie dengan 43.191 suara.
Hasil tersebut menempatkan Alvin di posisi teratas setelah persaingan kampanye yang sempat memperlihatkan dukungannya tertinggal dari sejumlah kandidat lain.
Bagi Alvin, Mississauga bukan sekadar wilayah tempat ia membangun karier. Kota tersebut telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya sejak masih kecil.
Tumbuh di Kota yang Kini Dipimpinnya
Keluarga Alvin menetap di Mississauga ketika ia berusia empat tahun. Ia tumbuh di kawasan pusat kota, tidak jauh dari gedung balai kota yang kelak menjadi tempat ia menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin pemerintahan daerah.
Pengalaman hidup di lingkungan masyarakat yang beragam turut membentuk pandangannya mengenai persoalan sosial. Dalam sebuah siniar pada 2025, Alvin pernah menyinggung tantangan yang dihadapi para imigran.
“Saya melihat banyak tantangan dan kesulitan yang dihadapi para imigran,” ujar Alvin.
Ketertarikannya pada dunia politik sudah muncul sejak masa sekolah menengah. Ia pernah menjadi ketua organisasi siswa dan terlibat dalam komite penasihat pemuda yang memberikan masukan kepada wali kota.
Pada pertengahan 1990-an, ia juga bertemu dengan Hazel McCallion, wali kota Mississauga saat itu. Pertemuan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang membekas dalam perjalanan awalnya mengenal kepemimpinan publik.
Sebelum terpilih sebagai wali kota, Alvin lebih dahulu membangun pengalaman di bidang pemerintahan dan pendidikan tinggi.
Ia pernah bekerja sebagai staf politik di Kementerian Perguruan Tinggi dan Universitas Ontario, kemudian menangani hubungan pemerintahan di Sheridan College dan bekerja di Toronto Metropolitan University.
Dari Anggota Dewan Kota Menuju Kursi Wali Kota
Langkah Alvin dalam politik elektoral tidak selalu berujung kemenangan. Pada 2018, ia mencalonkan diri sebagai anggota parlemen Provinsi Ontario, tetapi hanya menempati posisi ketiga.
Setahun kemudian, ia mengikuti pemilihan pemimpin Partai Liberal Ontario dan memperoleh 2,7 persen suara.
Ia kemudian mencalonkan diri sebagai wali kota Mississauga pada 2024. Dalam pemilihan tersebut, Alvin berada di posisi kedua di belakang Carolyn Parrish.
Pengalaman itu menjadi bagian dari proses politiknya sebelum kembali bertarung pada 2026. Sejak 2022, Alvin telah menjabat sebagai anggota Dewan Kota Mississauga untuk wilayah pemilihan nomor 2.
Namun, pengalamannya yang baru satu periode sebagai anggota dewan sempat dipersoalkan oleh pesaingnya. Parrish dan Crombie menilai pengalaman tersebut belum cukup untuk memimpin kota.
Alvin menanggapi keraguan itu dengan meminta masyarakat melihat hasil kerja yang dapat ia dan timnya lakukan.
“Lihat saja apa yang bisa kami lakukan,” ujarnya kepada jurnalis Toronto Star selama masa kampanye.
Dukungan Menguat hingga Memenangkan Pemilihan
Perjalanan kampanye Alvin pada 2026 tidak berlangsung mudah. Survei yang dirampungkan lembaga Liaison Strategies pada pertengahan Agustus menempatkannya di posisi keempat dengan dukungan sembilan persen responden.
Dukungan terhadapnya kemudian meningkat menjelang pemungutan suara. Pada survei 22 Oktober, Alvin memperoleh dukungan 31 persen, sedikit di bawah Bonnie Crombie yang berada di posisi teratas.
Dalam kampanye, Alvin menawarkan sejumlah program, termasuk pembekuan pajak properti selama dua tahun.
Ia juga mendapat dukungan dari serikat pekerja kepolisian Peel, yang dilaporkan sebagai dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konteks pemilihan wali kota setempat.
Hasil sementara menunjukkan Alvin akhirnya meraih 38,9 persen suara dari total 191.166 pemilih yang memberikan suara. Tingkat partisipasi pemilih tercatat 33,9 persen dari warga yang memenuhi syarat.
Dalam pidato kemenangannya, Alvin menekankan bahwa hasil pemilihan membawa mandat perubahan bagi pemerintahan kota.
“Warga Mississauga telah memilih perubahan,” kata Alvin di hadapan para pendukungnya.
Ia juga menyatakan siap mulai bekerja untuk merealisasikan program yang telah disampaikan selama kampanye.
Terpilihnya Alvin menjadi perkembangan penting dalam perjalanan politiknya, dari anggota dewan kota hingga dipercaya memimpin Mississauga. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan janji kampanye menjadi kebijakan yang dapat dirasakan masyarakat.
Hasil pemilihan yang diumumkan pemerintah kota tersebut masih berstatus sementara hingga disahkan secara resmi oleh otoritas setempat.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Dahlan)






