Dugaan Penyadapan Presiden, Nama Ahrie Sonta hingga Listyo Sigit Disebut dalam Pemeriksaan

JurnalLugas.Com – Perkembangan kabar pemeriksaan sejumlah petinggi Polri semakin menjadi perhatian setelah beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berasal dari grup internal kepolisian.

Pesan tersebut memuat sejumlah nama perwira tinggi yang disebut telah ditahan maupun masih menjalani pemeriksaan terkait dugaan penyadapan terhadap pejabat negara.

Bacaan Lainnya

Dua perwira tinggi Polri yang disebut telah ditahan adalah Irjen Pol Ahrie Sonta dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.

Ahrie Sonta diketahui menjabat Kepala Divisi Hukum Polri, sedangkan Eko Hadi Santoso bertugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I di Sespim Lemdiklat Polri.

Selain keduanya, nama Kombes Pol Ferli Hidayat juga tercantum dalam pesan tersebut. Ia disebut telah ikut diamankan.

Sementara itu, pesan WhatsApp lainnya menyebut mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Pipit Rismanto masih menjalani pemeriksaan atau pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP).

Pesan yang beredar tersebut memuat keterangan singkat:

Baca Juga  Tessa Mahardika Akui Pelaporan Penyidik KPK Hambat Penyidikan Kasus Buron Harun Masiku

“Pak sigit sama bg pipit masih di bap, yg udah ditahan eko sama sonta.”

Namun, identitas pengirim dan keaslian tangkapan layar yang disebut berasal dari grup internal Polri tersebut belum dapat dipastikan secara independen.

Dugaan Penyadapan Petinggi Negara

Beredarnya daftar nama tersebut berkaitan dengan informasi sebelumnya mengenai dugaan operasi internal Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri.

Dalam pemberitaan sebelumnya, sumber menyebut pemeriksaan berawal dari penyelidikan terhadap dugaan aktivitas penyadapan yang menyasar sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Aktivitas tersebut diduga dilakukan secara terkoordinasi oleh sejumlah personel kepolisian. Namun, tuduhan tersebut masih bersumber dari keterangan pihak yang tidak disebutkan identitasnya dan belum disertai penjelasan resmi mengenai bukti maupun konstruksi perkaranya.

Informasi yang beredar juga menyebut adanya keterlibatan sejumlah perwira aktif dan purnawirawan dalam perkara tersebut.

Mabes Polri Siapkan Keterangan Resmi

Di tengah beredarnya informasi dan tangkapan layar WhatsApp, Mabes Polri belum mengumumkan secara terperinci identitas seluruh perwira yang disebut menjalani pemeriksaan maupun status hukum mereka.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan penjelasan lebih lanjut kepada wartawan.

Ia mengatakan Divisi Humas Polri berencana menggelar penyampaian informasi pada sore hingga menjelang malam.

“Dalam sore menjelang malam nanti, nanti kami dari Divhumas akan melaksanakan rilis,” kata Isir.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya ia belum memberikan penjelasan rinci mengenai kabar pengamanan sejumlah jenderal Polri.

Hingga informasi dipublikasikan pada Selasa (3/11/2026), belum terdapat keterangan resmi yang memastikan kebenaran seluruh nama dalam tangkapan layar, status penahanan masing-masing perwira, maupun dugaan penyadapan terhadap Presiden dan pejabat negara lainnya.

Karena itu, informasi mengenai daftar nama dan dugaan keterlibatan para perwira tersebut masih perlu menunggu klarifikasi resmi Mabes Polri.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Bowo)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait