JurnalLugas.Com — Persaingan pasar ponsel flagship diperkirakan bakal semakin panas pada 2026. Salah satu yang mulai menarik perhatian datang dari iQOO yang disebut-sebut tengah menyiapkan perangkat anyar dengan kapasitas baterai jauh di atas rata-rata smartphone premium saat ini.
Perangkat yang diyakini sebagai iQOO 16 itu muncul melalui data International Mobile Equipment Identity (IMEI) GSM Association dengan nomor model I2601. Kemunculan kode tersebut memicu spekulasi kuat bahwa vendor asal China tersebut sedang menyiapkan penerus seri sebelumnya dengan peningkatan signifikan, terutama di sektor daya tahan baterai.
Jika informasi yang beredar akurat, iQOO 16 bakal hadir membawa baterai jumbo 9.000mAh. Kapasitas ini dinilai sangat besar untuk kelas flagship dan berpotensi menjadi salah satu smartphone premium dengan daya tahan terlama di pasaran.
Analis teknologi seluler, Rendi Saputra, menilai tren baterai besar mulai menjadi kebutuhan baru pengguna modern. Menurutnya, konsumen kini tidak hanya mencari performa tinggi, tetapi juga perangkat yang mampu bertahan seharian penuh tanpa harus sering mengisi daya.
“Pengguna sekarang aktif di banyak aplikasi sekaligus, mulai dari gaming, editing video, hingga konsumsi konten streaming. Baterai besar jadi nilai jual yang sangat penting,” ujarnya.
Selain kapasitas baterai raksasa, iQOO 16 juga diprediksi akan memakai chipset flagship generasi terbaru dari Qualcomm yang dijadwalkan meluncur pada paruh kedua 2026. Kehadiran prosesor anyar itu diyakini akan meningkatkan performa gaming, efisiensi daya, dan kemampuan kecerdasan buatan pada perangkat.
Meski pihak perusahaan belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran, sejumlah pengamat industri memperkirakan iQOO 16 bisa diperkenalkan sekitar September 2026. Waktu tersebut dianggap selaras dengan jadwal perilisan chipset premium terbaru Qualcomm.
Tidak hanya menyasar pasar domestik China, iQOO 16 juga disebut bakal dipasarkan ke India dan beberapa negara lain yang selama ini menjadi basis pertumbuhan penjualan brand tersebut.
Dari sisi harga, bocoran yang beredar mengindikasikan adanya kenaikan dibanding generasi sebelumnya. Untuk pasar China, varian RAM 12GB dan memori internal 256GB diprediksi dibanderol mulai 5.000 yuan atau sekitar Rp13 jutaan.
Harga tersebut lebih tinggi dibanding generasi terdahulu yang saat pertama meluncur dipasarkan di kisaran 4.100 yuan atau sekitar Rp10 jutaan. Kenaikan harga diyakini sejalan dengan peningkatan spesifikasi dan teknologi yang dibawa.
Pengamat gadget lain, Dimas Prakoso, menyebut kapasitas baterai besar bisa menjadi strategi iQOO untuk membedakan diri dari kompetitor di segmen flagship Android.
“Selama ini banyak HP premium fokus pada kamera atau performa gaming. Jika benar membawa baterai 9.000mAh, iQOO bisa punya identitas baru sebagai flagship dengan ketahanan daya ekstrem,” katanya.
Meski demikian, sebagian pengguna masih menunggu bagaimana perusahaan mengatasi tantangan desain dan bobot perangkat. Sebab, baterai berkapasitas besar sering kali membuat ponsel menjadi lebih tebal dan berat.
Hingga kini, detail lengkap terkait desain, teknologi pengisian cepat, hingga spesifikasi kamera iQOO 16 masih belum terungkap sepenuhnya. Namun bocoran awal tersebut sudah cukup membuat pasar smartphone premium mulai ramai diperbincangkan.
Ikuti informasi teknologi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Tirta)






