Harga CPO Malaysia Menguat 1,39 Persen, Aksi Borong Jadi Penopang

JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia menguat pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026.

Kenaikan ini didorong aksi beli saat harga melemah (bargain hunting) serta pemulihan harga minyak nabati lainnya di pasar internasional.

Bacaan Lainnya

Kontrak berjangka CPO acuan pengiriman Januari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1,39 persen menjadi 4.680 ringgit per ton pada pukul 14.45 WIB.

Penguatan tersebut memberikan dorongan positif setelah harga komoditas sawit mengalami tekanan sepanjang pekan berjalan.

Hingga perdagangan Jumat, kontrak acuan tersebut masih mencatat pelemahan 3,66 persen secara mingguan.

Kepala Riset Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, menilai kenaikan harga CPO tidak terlepas dari pergerakan positif sejumlah komoditas minyak nabati di pasar Asia.

Baca Juga  Petani Sawit Gagal Auto Pajero, Harga Referensi CPO Anjlok, Ini Kata Kemendag

Pemulihan harga minyak sawit olein di Bursa Dalian dan minyak kedelai di Chicago turut memperbaiki sentimen perdagangan CPO.

Bagani juga melihat adanya peluang pemulihan setelah harga kontrak berjangka mendekati level teknikal yang dinilai cukup kuat untuk menarik minat pembeli.

“Harga kembali menguat berkat pembelian saat harga turun, sementara area di bawah 4.600 ringgit menjadi penopang teknikal bagi kontrak Januari 2027,” kata Bagani, seperti dikutip Reuters.

Data Produksi dan Ekspor Malaysia Jadi Perhatian

Meski perdagangan harian menunjukkan penguatan, pelaku pasar belum sepenuhnya lepas dari kekhawatiran terhadap kondisi pasokan minyak sawit Malaysia.

Menurut Bagani, perhatian berikutnya tertuju pada laporan ekspor dan produksi CPO Malaysia selama Oktober 2026. Kedua indikator tersebut dinilai penting untuk membaca keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar global.

Pasar juga mencermati potensi peningkatan persediaan minyak sawit Malaysia. Jika stok mengalami kenaikan, tekanan terhadap harga berpeluang kembali muncul meskipun sebelumnya terjadi pemulihan.

Dengan demikian, kenaikan harga CPO pada akhir pekan ini belum sepenuhnya menghapus tekanan yang terjadi sepanjang perdagangan mingguan.

Perkembangan data produksi, ekspor, dan persediaan Malaysia akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan harga sawit pada perdagangan berikutnya.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait