Kronologi Penembakan di Pidie, 1 Warga Tewas dan 13 Terluka

JurnalLugas.Com — Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes TNI AD) menyampaikan kronologi insiden penembakan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan belasan lainnya terluka di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 4 November 2026, itu bermula dari upaya penertiban bendera bulan bintang yang dikibarkan dalam kegiatan kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangan pers resmi yang diterima JurnalLugas.Com di Jakarta, Kamis, 5 November 2026, TNI AD menyebut aparat gabungan TNI dan Polri sebelumnya telah melakukan pendekatan persuasif kepada penyelenggara acara.

Baca Juga  Calon Presiden Kolombia Miguel Uribe Ditembak di Kepala Saat Kampanye di Bogota

Namun, menurut keterangan tersebut, panitia tetap menolak menurunkan bendera bulan bintang. Siaran pers itu tidak merinci siapa pihak yang mengibarkan bendera tersebut.

Situasi kemudian memanas ketika proses penertiban berlangsung. Warga disebut terus melakukan penolakan hingga terjadi pelemparan batu ke arah aparat.

TNI AD menyatakan tindakan pengamanan dilakukan secara bertahap setelah keselamatan personel dinilai terancam. Aparat disebut menggunakan munisi hampa untuk tembakan peringatan, kemudian munisi karet.

“Keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap,” demikian keterangan TNI AD.

Setelah massa membubarkan diri, personel TNI kemudian menurunkan bendera bulan bintang dari lokasi kegiatan.

14 Warga Jadi Korban, Satu Orang Meninggal Dunia

Insiden tersebut mengakibatkan 14 warga menjadi korban. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 13 lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Jenazah Abzalul telah dimakamkan pada Kamis, 5 November 2026, sekitar pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro.

Selain warga, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka. Seluruh personel yang terluka disebut telah mendapatkan pengobatan.

TNI AD menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Abzalul Riza dalam insiden tersebut. Institusi itu juga berharap warga dan personel TNI yang mengalami luka-luka segera pulih.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Agus Sitorus)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait