JurnalLugas.Com Pemerintah membuka ruang bagi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk menyelidiki bentrokan antara aparat TNI/Polri dan warga di Kabupaten Pidie, Aceh, yang menewaskan seorang warga.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan Komnas HAM dapat turun langsung melakukan pemantauan dan penyelidikan. Pemerintah juga menyatakan proses investigasi tetap berjalan untuk mengungkap kejadian sebenarnya.
“Pemerintah juga mempersilakan Komnas HAM turun ke Aceh,” kata Yusril dalam konferensi pers di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat (6/11/2026).
Yusril menilai masih ada sejumlah hal penting yang harus dipastikan, terutama mengenai penyebab kematian seorang warga bernama Abzalul Riza.
Yusril Minta Penyebab Kematian Dipastikan
Menurut Yusril, peristiwa tersebut tidak cukup hanya disebut sebagai kasus penembakan tanpa pemeriksaan lebih lanjut mengenai luka yang dialami korban.
Ia menjelaskan, jenazah korban telah dimakamkan dan tidak dilakukan autopsi. Kondisi itu membuat pendalaman terhadap penyebab kematian perlu dilakukan secara cermat.
“Lalu, apakah luka pada korban meninggal benar luka tembak atau lainnya,” ujar Yusril.
Ia menegaskan perlunya penyelidikan untuk memastikan fakta medis dan rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Komnas HAM Berencana Turun ke Aceh
Yusril mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengenai rencana kedatangan tim ke Aceh pada Minggu. Penyelidikan akan melibatkan Komnas HAM Perwakilan Aceh.
Meski Komnas HAM merupakan lembaga independen, Yusril berharap tim tetap berkoordinasi dengan komando setempat selama menjalankan tugas di lapangan.
“Kita menghormati Komnas HAM adalah lembaga negara independen dalam menjalankan tugasnya,” katanya.
Yusril juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Abzalul Riza serta warga yang mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut.
Bentrokan Pidie Sebabkan 14 Warga Jadi Korban
Bentrokan terjadi di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, pada Rabu (4/11/2026). Peristiwa bermula saat personel TNI/Polri melakukan penertiban bendera Bulan Bintang dalam rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Insiden tersebut mengakibatkan 14 warga menjadi korban. Sebanyak 13 orang mengalami luka-luka, sedangkan satu warga, Abzalul Riza, meninggal dunia dengan luka di bagian dada.
Selain warga, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Penyelidikan yang melibatkan Komnas HAM diharapkan dapat membantu mengungkap kronologi, penyebab jatuhnya korban, serta fakta-fakta lain terkait bentrokan tersebut.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Bowo)






