Redanya Konflik Timur Tengah Harga Emas Alami Penurunan Begini Kata Analis Pasar Emas

JurnalLugas.Com – Harga emas di pasar spot mengalami penurunan pada Rabu, 24 April 2024, seiring dengan redanya ketegangan konflik di Timur Tengah, sambil menantikan data ekonomi krusial dari Amerika Serikat (AS).

Data pasar menunjukkan bahwa harga emas spot turun sebesar 0,17 persen ke level USD2.318,04 per troy ons hingga pukul 09.38 WIB, setelah sebelumnya mencapai level terendah sejak 5 April. Hal ini mencerminkan penurunan harga emas selama 3 hari berturut-turut.

Emas berjangka (futures) AS juga mengalami penurunan sebesar 0,4 persen menjadi USD2.333,80 per troy ons.

Bacaan Lainnya

Dari segi teknikal, menurut analis pasar dari forex dan City Index, Matt Simpson, seperti yang dikutip oleh Dow Jones Wires pada Rabu (24/4), emas telah membentuk pola bullish hammer pada level Fibonacci retracement 50%, yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya bullish “mean reversion”.

Baca Juga  Tiba-tiba Harga Emas Antam Anjlok Berikut Daftar Harga Emas Hari Ini

Namun, Simpson menegaskan bahwa saat ini, peluang emas untuk mencapai level tertinggi baru tidak terlalu besar.

Menurut laporan dari Reuters pada Rabu (24/4), kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah mulai mereda setelah Iran mengumumkan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk membalas serangan pesawat tak berawak Israel.

Pernyataan terbaru dari pejabat Bank Sentral Federal Reserve (The Fed) AS juga mengisyaratkan bahwa tidak ada urgensi untuk menurunkan suku bunga.

Para trader saat ini memperkirakan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga pertama oleh The Fed akan terjadi pada bulan September.

Secara sederhana, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik untuk memiliki emas, karena emas tidak memberikan imbal hasil.

Aktivitas bisnis di AS melambat pada bulan April, sementara tingkat inflasi mengalami penurunan meskipun harga input meningkat tajam.

Hal ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan berita baik di masa depan karena The Fed sedang mencari tanda-tanda bahwa perekonomian sudah cukup pulih untuk menurunkan inflasi lebih lanjut.

Baca Juga  Harga Emas Antam Melonjak Rp90 Ribu Hari Ini, Buyback Tembus Rp2,7 Juta per Gram

Pasar saat ini sedang menunggu data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS untuk bulan Maret – ini merupakan salah satu metrik inflasi yang diutamakan oleh The Fed – yang akan dirilis akhir pekan ini, untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang arah kebijakan moneter.

Sementara itu, Presiden Bundesbank, Joachim Nagel, menyatakan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) perlu yakin bahwa tingkat inflasi akan kembali ke target 2% sebelum memutuskan untuk menurunkan suku bunga.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait