JurnalLugas.Com — Otoritas Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan meminta industri perbankan tetap berhati-hati dalam menyalurkan program kredit rakyat berbunga rendah. Meski dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan membantu masyarakat kecil, program tersebut disebut tetap memiliki potensi risiko yang harus diantisipasi sejak awal.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menegaskan bahwa bank perlu memperkuat pencadangan dan menjaga kualitas pembiayaan agar kondisi keuangan tetap sehat di tengah ekspansi kredit murah.
Menurut Dian, bank tetap wajib menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran kredit melalui metode analisis “5C”, yakni character, capacity, capital, collateral, dan condition of economy.
“Pengawasan dan pengelolaan risiko harus diperkuat agar kualitas aset dan ketahanan modal tetap terjaga,” ujar Dian di Jakarta, Senin.
Kredit Murah Dinilai Bisa Gerakkan Ekonomi
OJK menilai program kredit rakyat dengan bunga rendah memiliki dampak positif bagi perekonomian nasional karena mampu memperluas akses pembiayaan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah dan pelaku usaha yang sebelumnya sulit memperoleh kredit perbankan.
Program tersebut juga dianggap membuka peluang bisnis baru bagi industri perbankan apabila dijalankan secara sehat dan berkelanjutan.
Pengamat ekonomi menyebut kredit murah dapat meningkatkan aktivitas usaha mikro dan UMKM karena pelaku usaha memiliki akses modal yang lebih ringan.
“Ketika akses pembiayaan makin mudah, roda ekonomi masyarakat bawah biasanya ikut bergerak lebih cepat,” kata seorang analis ekonomi.
OJK Minta Bank Lakukan Stress Test
Untuk mengantisipasi potensi kredit bermasalah, OJK meminta bank rutin melakukan stress test guna mengukur kemampuan modal menghadapi berbagai kondisi ekonomi.
Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi pasar internasional.
Selain itu, OJK juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan agar penyaluran program kredit rakyat tepat sasaran dan tetap berada dalam koridor manajemen risiko yang sehat.
Suku Bunga Kredit Diperkirakan Terus Turun
Di sisi lain, OJK melihat tren suku bunga kredit perbankan masih bergerak menurun dalam beberapa waktu terakhir.
Penurunan itu terjadi seiring turunnya biaya dana perbankan dan kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia yang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
Dian menjelaskan bahwa secara umum penurunan BI-Rate akan diikuti penyesuaian bunga kredit oleh perbankan, meskipun masing-masing bank tetap memiliki strategi berbeda tergantung struktur pendanaan dan biaya operasional mereka.
Perbankan juga didorong meningkatkan porsi dana murah agar memiliki ruang lebih besar untuk menurunkan bunga kredit kepada masyarakat.
Meski tren penurunan bunga diperkirakan berlanjut, OJK mengingatkan bank tetap memperhatikan dinamika ekonomi global dan risiko geopolitik yang dapat memengaruhi stabilitas sektor keuangan nasional.
Ikuti berita ekonomi dan perbankan terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Hans)






