JurnalLugas.Com — Harga emas batangan produksi Antam kembali mengalami penurunan pada perdagangan Senin 18 Mei 2026 pagi. Koreksi harga logam mulia ini menjadi perhatian pelaku investasi yang terus memantau arah pasar emas di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berdasarkan pembaruan harga terbaru, emas Antam ukuran 1 gram turun Rp5.000 menjadi Rp2.764.000 dari sebelumnya Rp2.769.000 per gram.
Tidak hanya harga jual, nilai buyback atau pembelian kembali oleh PT Antam Tbk juga ikut melemah. Harga buyback kini berada di level Rp2.569.000 per gram.
Pengamat pasar logam mulia menilai penurunan harga emas dipengaruhi fluktuasi harga emas dunia dan pergerakan dolar AS yang masih cukup dinamis.
“Perubahan harga emas harian biasanya dipengaruhi sentimen global, terutama kondisi ekonomi dan pergerakan mata uang internasional,” ujar seorang analis pasar.
Harga Emas Antam Terbaru
Berikut daftar harga emas Antam terbaru untuk berbagai ukuran:
- 0,5 gram: Rp1.432.000
- 1 gram: Rp2.764.000
- 2 gram: Rp5.468.000
- 3 gram: Rp8.177.000
- 5 gram: Rp13.595.000
- 10 gram: Rp27.135.000
- 25 gram: Rp67.712.000
- 50 gram: Rp135.345.000
- 100 gram: Rp270.612.000
- 250 gram: Rp676.265.000
- 500 gram: Rp1.352.320.000
- 1.000 gram: Rp2.704.600.000
Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar logam mulia global.
Buyback Juga Mengalami Penurunan
Selain harga jual, masyarakat yang ingin menjual kembali emas ke Antam juga harus memperhatikan harga buyback yang kini ikut turun.
Dalam transaksi buyback dengan nominal di atas Rp10 juta, pemerintah mengenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.
Potongan pajak tersebut langsung dipotong dari total nilai transaksi buyback.
Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenakan pajak sesuai aturan PMK Nomor 34/PMK.10/2017.
Pembeli dengan NPWP dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen, sedangkan non-NPWP dikenakan tarif 0,9 persen.
Emas Tetap Jadi Pilihan Investasi Favorit
Meski harga mengalami penurunan, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat karena dianggap aman untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang.
Banyak investor memilih membeli emas saat harga terkoreksi sebagai strategi akumulasi untuk investasi masa depan.
Selain mudah diperjualbelikan, emas juga dinilai memiliki risiko yang relatif lebih stabil dibanding instrumen investasi lain ketika kondisi ekonomi global bergejolak.
Analis memperkirakan pergerakan harga emas dalam beberapa hari ke depan masih akan dipengaruhi perkembangan ekonomi Amerika Serikat, arah suku bunga global, dan kondisi geopolitik internasional.
Ikuti berita ekonomi dan investasi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Endarto)






