JurnalLugas.Com – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bersama Glencore Plc telah resmi mengambil alih seluruh kepemilikan Shell Singapore Pte.
Ltd (SSPL) atas Shell Energy and Chemicals Park Singapore (SECP), dalam sebuah langkah strategis yang diresmikan melalui perjanjian jual beli yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, TPIA, Glencore, dan SSPL.
Proses akuisisi dilakukan melalui CAPGC Pte. Ltd. (CAPGC), perusahaan patungan yang mayoritas dimiliki dan dioperasikan oleh Chandra Asri Group, dan minoritas oleh Glencore, dengan anak perusahaannya masing-masing.
CAPGC setuju untuk mengambil alih SECP setelah melalui proses lelang yang ketat, yang mencakup kilang minyak mentah, ethylene cracker, dan aset kimia hilir di Pulau Bukom dan Pulau Jurong, Singapura.
Erwin Ciputra, Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, menyatakan bahwa akuisisi ini merupakan bagian dari strategi M&A yang terencana dengan baik untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain utama dalam industri kimia dan infrastruktur di kawasan tersebut.
Dia juga menekankan bahwa kehadiran TPIA di Cilegon akan memfasilitasi integrasi platform energi dan bahan kimia baru di Singapura, membuka peluang baru di pasar Asia Tenggara.
Quek Chin Thean, Managing Director Glencore Singapore, menyatakan kegembiraannya atas akuisisi ini, menggarisbawahi pentingnya kemitraan usaha patungan dengan Chandra Asri Group.
Dia menyoroti bahwa SECP merupakan aset utama di Asia Tenggara, terletak secara strategis di Singapura, pusat perdagangan energi terkemuka di Asia.
Kedua belah pihak menekankan bahwa kelanjutan proses akuisisi ini masih tergantung pada persetujuan regulator, dengan harapan agar keseluruhan transaksi dapat diselesaikan pada akhir tahun 2024.
Chandra Asri Group, di bawah kepemimpinan Prajogo Pangestu, merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang mengoperasikan pabrik Naphta Cracker, Styrene Monomer, Butadiene, MTBE, dan Butene-1.
Dengan komitmen pada pertumbuhan bisnis dan pembangunan industri berkelanjutan, perusahaan ini tengah membangun pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dycloride (ECC) untuk mendukung sektor hilirasi di Indonesia.
Program-program ESG yang dijalankan oleh Chandra Asri Group mencakup efisiensi operasional, pengembangan bisnis ramah lingkungan, penerapan energi terbarukan, dan prinsip ekonomi sirkular.






