JurnalLugas.Com – Dalam perkembangan terbaru di industri telekomunikasi Indonesia, aksi korporasi yang melibatkan PT Link Net Tbk (LINK) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) diperkirakan akan membawa angin segar bagi emiten menara telekomunikasi. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) diprediksi akan memetik manfaat signifikan dari langkah strategis ini.
Rincian Aksi Korporasi
EXCL telah mengumumkan rencana pengambilalihan layanan B2C milik Link Net senilai Rp1,87 triliun. Bersamaan dengan itu, Link Net menandatangani perjanjian layanan induk yang mencakup pemasangan, integrasi, dan penyewaan jaringan HFC/FTTH beserta fasilitasnya kepada EXCL.
Analisis Pakar: Peluang Monetisasi Baru
Niko Margaronis, analis dari BRI Danareksa Sekuritas, menyoroti potensi keuntungan bagi MTEL dan TOWR. “Investasi ini membuka peluang bagi TOWR dan MTEL untuk memonetisasi pengembangan jaringan fiber optik sebagai aliran pendapatan baru,” ungkapnya dalam riset terbaru.
Prospek MTEL: Pertumbuhan di Luar Jawa
Khusus untuk MTEL, Margaronis menekankan potensi besar di pasar luar Pulau Jawa. Proyeksi menunjukkan kemungkinan peningkatan pendapatan organik sebesar 7% year-on-year, mencapai Rp9,25 triliun pada akhir tahun ini.
Rekomendasi Analis
Berdasarkan analisis mendalam, Margaronis merekomendasikan “buy” untuk saham MTEL dengan target harga Rp960 per saham. Sikap serupa juga diterapkan pada TOWR, dengan target harga Rp1.300 per saham.
Konsensus Pasar
Sentimen positif ini terefleksi dalam konsensus pasar, di mana 24 analis merekomendasikan “buy”, sementara hanya dua analis merekomendasikan “hold”. Tidak ada rekomendasi “sell” yang tercatat. Target harga konsensus untuk 12 bulan ke depan ditetapkan pada Rp827,27 per saham.
Aksi korporasi LINK dan EXCL membuka babak baru dalam industri telekomunikasi Indonesia. Bagi MTEL dan TOWR, ini merupakan momentum untuk memperluas portofolio dan mengoptimalkan infrastruktur yang ada. Dengan prospek pertumbuhan yang menjanjikan, kedua emiten ini layak menjadi sorotan investor di masa mendatang.






