JurnalLugas.Com – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), salah satu bank terbesar di Indonesia, baru-baru ini mengumumkan adanya transaksi pembelian saham oleh Presiden Direktur mereka, Jahja Setiaatmadja. Transaksi ini terjadi pada tanggal 30 Mei 2024, di mana Jahja membeli sebanyak 221.100 saham BBCA dengan harga Rp9.000 per saham.
Corporate Secretary BCA, Raymon Yonarto, mengonfirmasi bahwa tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi jangka panjang. Dengan pembelian tersebut, Jahja Setiaatmadja mengeluarkan dana sebesar Rp1,98 miliar. Alhasil, kepemilikan saham Jahja di BCA meningkat dari 33,62 juta saham menjadi 33,85 juta saham, yang setara dengan 0,03 persen dari total saham beredar.
Pada tanggal 30 Mei 2024, harga saham BBCA ditutup melemah 1,64 persen menjadi Rp9.000 per saham, turun dari harga penutupan hari sebelumnya yang sebesar Rp9.150 per saham.
Namun, pada hari berikutnya, 31 Mei 2024, saham BBCA kembali naik 2,78 persen dan ditutup pada harga Rp9.250 per saham. Tren positif ini berlanjut pada tanggal 3 Juni 2024, dengan kenaikan sebesar 0,27 persen menjadi Rp9.275 per saham.
Perkembangan harga saham ini mencerminkan dinamika pasar dan kepercayaan investor terhadap kinerja serta prospek Bank BCA. Pembelian saham oleh Jahja Setiaatmadja ini menunjukkan keyakinan dari manajemen tertinggi terhadap masa depan perusahaan.
Hal ini juga dapat memberikan sinyal positif kepada investor lain tentang kesehatan dan potensi pertumbuhan Bank BCA ke depan.






