JurnalLugas.Com — PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola jaringan ritel Alfamart, telah merampungkan program pembelian kembali saham (buyback) dengan total dana sekitar Rp812 miliar. Aksi korporasi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus memperkuat kepercayaan investor di tengah dinamika pasar modal.
Program buyback tersebut berlangsung selama periode 8 Desember 2025 hingga 6 Maret 2026 melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam rentang waktu tersebut, perusahaan secara bertahap membeli kembali ratusan juta saham yang sebelumnya beredar di pasar.
Manajemen perusahaan menyampaikan bahwa sepanjang periode buyback, perseroan telah mengakumulasi sekitar 432,6 juta lembar saham. Total dana yang dikeluarkan untuk aksi tersebut mencapai kurang lebih Rp812,46 miliar dengan harga rata-rata pembelian berada di kisaran Rp1.877 per saham.
Upaya Menjaga Stabilitas Harga Saham
Langkah pembelian kembali saham ini menjadi salah satu strategi yang diambil perusahaan untuk meredam volatilitas harga saham di pasar. Dalam beberapa waktu terakhir, pergerakan saham sektor ritel mengalami tekanan seiring dengan fluktuasi kondisi pasar saham domestik.
Perwakilan manajemen perusahaan menjelaskan bahwa aksi buyback diharapkan dapat menjaga stabilitas perdagangan saham sekaligus memberikan sinyal positif kepada investor mengenai fundamental bisnis perusahaan yang tetap solid.
Menurutnya, langkah tersebut juga menunjukkan komitmen perseroan dalam meningkatkan nilai bagi pemegang saham di tengah ketidakpastian pasar.
Realisasi Sebagian dari Anggaran Buyback
Sebelumnya, perusahaan telah menyiapkan dana maksimal hingga Rp1,5 triliun untuk program pembelian kembali saham. Namun hingga akhir periode pelaksanaan, realisasi dana yang digunakan baru mencapai sekitar Rp812 miliar atau sedikit lebih dari separuh dari total anggaran yang disediakan.
Dengan demikian, perusahaan masih memiliki ruang yang cukup luas dalam pengelolaan struktur permodalannya tanpa mengganggu kegiatan operasional bisnis.
Saham yang diperoleh dari aksi buyback tersebut akan disimpan sebagai saham treasuri. Di masa mendatang, saham tersebut dapat dilepas kembali ke pasar apabila perusahaan melihat momentum harga yang dinilai optimal atau membutuhkan tambahan modal.
Strategi Jangka Panjang Perseroan
Buyback saham merupakan salah satu strategi yang umum dilakukan perusahaan terbuka untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Dengan berkurangnya jumlah saham yang beredar di pasar, potensi peningkatan laba per saham (earnings per share/EPS) dapat menjadi lebih besar.
Manajemen juga memastikan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan perusahaan. Hal ini karena perseroan memiliki arus kas yang dinilai cukup kuat untuk mendukung kebutuhan operasional sekaligus menjalankan aksi korporasi tersebut.
Ke depan, langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas saham AMRT di pasar sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek bisnis perusahaan ritel tersebut di tengah kondisi ekonomi yang terus berkembang.
Baca berita ekonomi dan bisnis terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(SF)






