Dilema Petani Sawit Harga CPO Turun pada Awal Agustus

JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) mencatatkan penurunan pada perdagangan awal bulan Agustus. Penurunan ini melanjutkan tren melemah yang sudah terjadi sepanjang bulan Juli.

Pada Kamis, 1 Agustus 2024, harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman bulan Oktober ditutup di level MYR 3.871 per ton. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,95% dibandingkan dengan hari perdagangan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Selama bulan Juli, harga CPO mengalami koreksi sebesar 0,18%, menjadikan bulan ini sebagai bulan kedua berturut-turut dengan penurunan harga.

Faktor Penyebab Penurunan Harga CPO

Baca Juga  Harga CPO di Bursa Malaysia Positif Tipis

Terdapat dua faktor utama yang menyebabkan penurunan harga CPO pada awal Agustus ini:

Penurunan Harga Minyak Nabati Pesaing
Penurunan harga minyak nabati pesaing menjadi salah satu penyebab utama melemahnya harga CPO. Harga minyak kedelai di bursa Dalian, China, dan Chicago Board of Trade, Amerika Serikat, masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,71% dan 0,86%. Selain itu, harga minyak biji bunga matahari juga anjlok sebesar 1,46%, sementara minyak rapeseed turun 0,93%. Penurunan harga-harga ini mengurangi daya tarik CPO, sehingga harga komoditas ini ikut terkoreksi.

Penguatan Nilai Tukar Ringgit Malaysia
Faktor kedua yang mempengaruhi penurunan harga CPO adalah penguatan nilai tukar mata uang ringgit Malaysia. Pada hari yang sama, ringgit menguat sebesar 0,56% terhadap dolar AS. Dalam tren yang lebih panjang, selama sepekan terakhir, ringgit terapresiasi sebesar 2,02% secara point-to-point, dan dalam sebulan terakhir, penguatannya mencapai 3,18%. CPO yang diperdagangkan dalam ringgit menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan CPO menurun dan harga ikut tertekan.

Baca Juga  Akankah Berimbas ke Petani Sawit Harga CPO Anjlok di Level Terendah

Dengan dua faktor ini, harga CPO terus mengalami tekanan dan melanjutkan tren penurunan yang sudah terjadi sejak bulan sebelumnya.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait