Hizbullah Ngotot Serang Israel Tanpa Iran Dalam Waktu Dekat

JurnalLugas.Com – Hizbullah, kelompok militan yang berbasis di Lebanon, semakin memperlihatkan niatnya untuk melancarkan serangan terhadap Israel dalam waktu dekat. Menurut dua sumber yang memiliki akses terhadap informasi intelijen, kelompok ini tampaknya bergerak lebih cepat dibandingkan Iran dalam perencanaan aksi mereka, dengan rencana serangan yang mungkin terjadi dalam hitungan hari.

Sementara itu, Iran sendiri masih dalam tahap menyusun rencana balasan, meskipun beberapa pejabat militer Amerika Serikat mengindikasikan bahwa Iran telah melakukan sebagian persiapan yang diharapkan sebelum melakukan serangan besar-besaran terhadap Israel.

Bacaan Lainnya

Kedekatan geografis Lebanon dengan Israel memungkinkan Hizbullah untuk bertindak dengan sedikit atau tanpa pemberitahuan sebelumnya, berbeda dengan Iran yang mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk mempersiapkan serangan.

Namun, belum jelas sejauh mana koordinasi antara Iran dan Hizbullah, yang dikenal sebagai proksi paling kuat dari Iran di wilayah tersebut. Ada kekhawatiran di antara beberapa pejabat bahwa kedua entitas ini mungkin tidak sepenuhnya sejalan dalam hal langkah-langkah yang akan diambil.

Baca Juga  Paolo Zampolli, Trump Minta Italia Gantikan Iran di Piala Dunia

Rencana serangan ini tampaknya dipicu oleh pembunuhan Fu’ad Shukr, komandan militer tertinggi Hizbullah, oleh Israel pekan lalu di Lebanon. Pembunuhan ini diikuti dengan kematian pemimpin politik Hamas di Teheran, yang juga diyakini dilakukan oleh Israel, meskipun Israel tidak memberikan konfirmasi atau bantahan terkait keterlibatannya dalam kedua insiden tersebut.

Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah ini menarik perhatian dunia internasional. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengadakan pertemuan luar biasa di Jeddah, Arab Saudi, untuk membahas situasi yang sedang berlangsung.

Dalam pertemuan tersebut, OKI mengeluarkan komunike yang mengutuk tindakan Israel dan menyatakan solidaritas terhadap perjuangan Palestina. Salah satu poin penting dalam komunike ini adalah kutukan terhadap pembunuhan Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas dan mantan Perdana Menteri Palestina, di Teheran.

OKI menuduh Israel bertanggung jawab atas tindakan ini dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.

Baca Juga  Lebanon Ajukan Gugatan ke PBB Terkait Serangan Bom Fosfor Putih Israel

Di sisi lain, Amerika Serikat melalui Presiden Joe Biden dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken, terus berupaya meredakan ketegangan dengan melakukan pembicaraan dengan para pemimpin dan menteri luar negeri dari Yordania, Qatar, dan Mesir. Pesan yang disampaikan dalam pembicaraan ini adalah pentingnya de-eskalasi untuk menjaga stabilitas di kawasan tersebut.

Ketegangan yang terjadi saat ini menambah kerumitan situasi di Timur Tengah, dengan berbagai pihak internasional mengamati perkembangan yang ada dengan cermat. Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari Hizbullah, Iran, dan Israel, serta bagaimana komunitas internasional akan merespons krisis yang semakin memburuk ini.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait