JurnalLugas.Com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), telah membentuk tim gabungan untuk menyelidiki kematian seorang warga negara China bernama Qing Fangting (QF). QF ditemukan tewas setelah diduga jatuh dari lantai 6 sebuah hotel Asialink Batu Ampar Kota Batam.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Giadi Nugraha, pada Jumat, 9 Agustus 2024, menyatakan bahwa tim gabungan ini dibentuk untuk menangani peristiwa tersebut. “Kami membentuk tim gabungan untuk menangani kasus meninggalnya WNA di hotel Asialink, Batu Ampar,” ujar Giadi.
Tim gabungan ini terdiri dari beberapa unit kepolisian di wilayah Kepri, termasuk Satreskrim Polresta Barelang, Polsek Batu Ampar, dan Dokkes Polda Kepri. Sejak insiden terjadi, kasus ini awalnya ditangani oleh Polsek Batu Ampar dengan asistensi dari Satreskrim Polresta Barelang. Namun, saat ini, penanganan kasus ini dilakukan secara bersama-sama oleh Polda Kepri, Polresta Barelang, dan Polsek Batu Ampar, di bawah pimpinan langsung Kasat Reskrim Polresta Barelang.
Giadi menjelaskan bahwa tim masih bekerja keras untuk mengungkap penyebab kematian QF, apakah murni karena bunuh diri atau ada faktor lain yang terlibat. “Penanganannya melibatkan tim gabungan yang kami bentuk bersama,” katanya.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk teman-teman korban yang tiba di Batam bersamaan. Namun, Giadi enggan mengungkap jumlah saksi yang sudah diperiksa, termasuk pihak keluarga korban yang kini berada di Batam. “Saat ini tim masih bekerja, beri kami waktu untuk menyelesaikan penyelidikan ini,” tambahnya.
Korban ditemukan tewas di sebuah hotel pada Sabtu, 3 Agustus 2024, setelah masuk ke Batam melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura. Jenazah korban saat ini masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri dan akan dipulangkan ke negaranya setelah proses pemeriksaan selesai.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno juga menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa ini. “Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Ini adalah masalah serius,” ujar Sandi pada Minggu, 4 Agustus 2024, di Batam.
Sandi menekankan bahwa keselamatan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, adalah prioritas utama dalam pariwisata Indonesia. “Pemerintah akan segera mengirimkan tim untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan wisatawan di Batam dan seluruh wilayah nusantara menjadi prioritas utama,” tegasnya.






