JurnalLugas.Com – Saham-saham dari konglomerat Adani Group mengalami penurunan tajam setelah laporan dari Hindenburg Research menuduh Kepala Dewan Sekuritas dan Bursa India (SEBI), Madhabi Puri Buch, terlibat dalam konflik kepentingan yang menghalangi investigasi menyeluruh terkait tuduhan penipuan terhadap perusahaan tersebut. Tuduhan ini memicu kekhawatiran di kalangan investor, mengakibatkan volatilitas di pasar saham India.
SEBI sendiri adalah lembaga pengawas pasar saham dan komoditas di India, dengan tanggung jawab untuk memastikan integritas dan transparansi pasar keuangan. Madhabi Puri Buch, yang menjabat sebagai ketua SEBI, dengan tegas membantah tuduhan yang dilontarkan oleh Hindenburg Research.
Penurunan tajam terlihat pada saham Adani Enterprises Ltd., yang merosot hingga 5,5 persen dalam perdagangan pagi di Mumbai. Saham Adani Energy Solutions Ltd. juga mengalami penurunan drastis, turun hingga 17 persen sebelum akhirnya berhasil mengurangi sebagian besar kerugiannya. Semua 10 saham yang terkait dengan Adani Group diperdagangkan lebih rendah, mengakibatkan indeks NSE Nifty 50, salah satu tolok ukur utama pasar ekuitas India, berkinerja lebih buruk dibandingkan pasar saham Asia lainnya.
Dalam laporannya yang dirilis pada akhir pekan lalu, Hindenburg Research menuduh bahwa Buch dan suaminya memiliki investasi di entitas lepas pantai yang diduga berhubungan dengan keluarga Adani. Tuduhan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik kepentingan dapat menghambat penyelidikan independen terhadap aktivitas bisnis Adani Group.
“Volatilitas jangka pendek di pasar saham tidak dapat dihindari ketika investor mencoba menilai kebenaran dari tuduhan ini,” kata Sonam Srivastava, Pendiri Wright Research. Ia juga menambahkan, “Jika tuduhan tersebut terbukti benar, hal ini bisa merusak kepercayaan investor, menghambat aliran modal asing, dan mendorong seruan untuk pengetatan regulasi.”
Aktivitas investasi yang menjadi sorotan tersebut dilakukan oleh Buch dan suaminya pada tahun 2015, dua tahun sebelum Buch bergabung dengan SEBI. Buch kemudian diangkat sebagai anggota penuh SEBI pada tahun 2017 dan akhirnya menjadi ketua pada tahun 2022.
Arun Chulani, Pendiri First Water Capital, memberikan pandangan yang sedikit berbeda. Ia menyatakan, “Saya tidak yakin akan ada dampak besar mengingat isu ini sudah lama beredar dan unsur kejutannya relatif tidak begitu terasa.”
Dengan perkembangan ini, pasar terus memantau situasi dengan seksama, terutama mengingat potensi dampaknya terhadap kepercayaan investor dan stabilitas pasar keuangan India.






