JurnalLugas.Com — Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis daftar sepuluh saham dengan penurunan harga paling tajam pada periode perdagangan 29 September hingga 3 Oktober 2025. Penurunan signifikan ini terjadi di tengah tekanan jual yang melanda berbagai sektor saham, sejalan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di level 7.915, turun 4,14 persen dalam sepekan.
Menurut data resmi BEI yang diterima Sabtu (18/10/2025), koreksi harga saham terbesar terjadi pada PT Golden Flower Tbk (POLU) yang anjlok 14,99 persen menjadi Rp25.375 per saham dari posisi pekan sebelumnya di Rp29.850.
“Tekanan jual di saham-saham menengah dan kecil masih cukup kuat karena investor cenderung wait and see menjelang rilis data ekonomi kuartal IV,” ujar analis pasar modal R.D. (disingkat) kepada JurnalLugas, Sabtu (18/10).
Daftar 10 Saham Top Losers Pekan Ini
Berikut deretan saham dengan penurunan tertinggi sepanjang pekan perdagangan terakhir:
- PT Golden Flower Tbk (POLU) – turun 14,99% ke Rp25.375
- PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) – melemah 14,90% ke Rp434
- PT Pakuan Tbk (UANG) – anjlok 14,90% ke Rp3.540
- PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) – terkoreksi 14,87% ke Rp166
- PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) – turun 14,86% ke Rp1.175
- PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) – merosot 14,68% ke Rp1.250
- PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) – melemah 14,60% ke Rp234
- PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE) – turun 14,57% ke Rp258
- PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) – terkoreksi 14,47% ke Rp130
- PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) – melemah 12,77% ke Rp328
Sentimen Pasar dan Prospek Pasar
Penurunan IHSG pada pekan ini disebut akibat kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, pasar saham regional turut melemah akibat penguatan dolar AS dan kekhawatiran terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Sementara di dalam negeri, investor masih menunggu kejelasan arah kebijakan fiskal pemerintah menjelang akhir tahun.
“Volatilitas pasar akan tetap tinggi. Namun, koreksi seperti ini bisa dimanfaatkan untuk akumulasi saham berfundamental baik,” kata ekonom pasar modal A.S. (disingkat).
Dengan kondisi tersebut, para analis menyarankan agar investor berhati-hati terhadap saham yang memiliki kapitalisasi kecil dengan volatilitas tinggi, sembari mengalihkan fokus pada sektor-sektor defensif seperti konsumsi dan perbankan besar.
Baca berita pasar modal lainnya hanya di JurnalLugas.Com






