Malaysia Kutuk Serangan Zionis Israel Wisma Putra Masjid Al-Aqsa dan Al-Haram Al-Sharif Milik Umat Islam

JurnalLugas.Com – Malaysia dengan tegas mengutuk tindakan penyerbuan yang dilakukan oleh kelompok ekstremis zionis di kompleks Masjid Al-Aqsa pada 13 Agustus 2024, yang dilakukan di bawah perlindungan pasukan keamanan Israel.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) pada Rabu, 14 Agustus 2024, tindakan tersebut disebut sebagai pelanggaran serius terhadap salah satu situs paling suci bagi umat Islam. Malaysia menyatakan kemarahannya atas provokasi tersebut, yang tidak hanya merampas hak rakyat Palestina untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa, tetapi juga merupakan pelecehan terhadap umat Islam di seluruh dunia.

Bacaan Lainnya

Insiden ini menjadi yang keenam kalinya sejak akhir tahun 2022, di mana kompleks Masjid Al-Aqsa kembali menjadi sasaran pelanggaran oleh otoritas Israel. Kejadian berulang ini menunjukkan sikap acuh tak acuh Israel terhadap tempat suci tersebut, yang dinilai sebagai bagian dari upaya sistematis untuk mengubah status hukum Yerusalem dan Al-Haram Al-Sharif.

Baca Juga  Yahya Saree Serangan Rudal ke Israel Selatan, Houthi Terkoordinasi Iran dan Hizbullah

Wisma Putra menekankan bahwa tindakan provokatif ini hanya akan memperburuk ketegangan yang sudah memanas di kawasan Timur Tengah. Israel dengan jelas menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap seruan internasional untuk perdamaian, serta terhadap proses damai yang didukung oleh mayoritas negara di dunia.

Malaysia menolak keras segala upaya rezim zionis Israel untuk mengubah status sejarah dan hukum Yerusalem serta situs-situs suci di dalamnya. Dalam pernyataannya, Malaysia mendesak masyarakat internasional untuk memastikan bahwa Israel bertanggung jawab atas tindakan sistematis yang bertujuan mengubah status Masjid Al-Aqsa. Tindakan tegas dan segera diperlukan untuk mencegah situasi di Tepi Barat dan Gaza semakin memburuk.

Wisma Putra juga memperingatkan bahwa kegagalan untuk merespons tindakan Israel ini hanya akan memperdalam krisis yang sudah ada. Malaysia meminta komunitas internasional untuk terus menekan Israel agar menghentikan agresi mereka di Gaza.

Baca Juga  Zionis Israel Tak Waras Ancam Serang Gaza Tengah Warga Palestina Diperintahkan Mengungsi Massal

Sebagai bagian dari komitmen terhadap perdamaian, Malaysia menyatakan dukungan penuh dan solidaritas dengan rakyat Palestina. Malaysia juga menegaskan kembali posisinya bahwa Masjid Al-Aqsa dan Al-Haram Al-Sharif harus tetap dihormati sebagai situs suci umat Islam, dan mendukung hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan pra-1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait