Rupiah Makin Terpuruk, Dolar AS Hampir Tembus Rp18 Ribu

JurnalLugas.Com — Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Rabu pagi, 20 Mei 2026. Mata uang Garuda melemah tajam hingga menyentuh level Rp17.743 per dolar Amerika Serikat (AS), memperpanjang tren pelemahan yang memicu kekhawatiran pelaku pasar dan dunia usaha.

Berdasarkan data perdagangan pagi, rupiah turun 37 poin atau sekitar 0,21 persen dibanding penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.706 per dolar AS.

Bacaan Lainnya

Pelemahan ini menambah tekanan terhadap stabilitas pasar keuangan domestik di tengah penguatan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Sejumlah analis menilai tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi sentimen eksternal dan tingginya permintaan dolar AS di pasar. Kondisi tersebut membuat investor cenderung mengalihkan dana ke aset safe haven berbasis dolar.

Baca Juga  Penutupan Perdagangan Rupiah Loyo Tensi Politik AS-Tiongkok Jadi Pemicu

“Penguatan dolar global membuat mata uang emerging market, termasuk rupiah, kembali berada di bawah tekanan,” ujar seorang pengamat pasar uang.

Nilai tukar rupiah yang terus melemah juga mulai menjadi perhatian dunia usaha karena berpotensi meningkatkan biaya impor bahan baku, energi, hingga kebutuhan industri lainnya.

Bagi masyarakat, pelemahan rupiah dapat berdampak terhadap kenaikan harga barang impor dan tekanan inflasi apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah volatilitas pasar global yang masih tinggi.

Sebelumnya, Bank Indonesia terus menegaskan komitmennya menjaga kestabilan rupiah melalui intervensi pasar dan penguatan kebijakan moneter guna meredam gejolak kurs.

Meski demikian, tekanan eksternal seperti arah suku bunga Amerika Serikat, konflik geopolitik, hingga perlambatan ekonomi global masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan mata uang negara berkembang.

Baca Juga  Rupiah Menguat Tajam Pagi Ini, Sentuh Level Psikologis di Bawah Rp17.000 per Dolar AS

Pelemahan rupiah menuju level Rp17.700 per dolar AS juga menjadi salah satu yang terendah dalam beberapa waktu terakhir dan memicu kekhawatiran terhadap daya tahan ekonomi domestik apabila tekanan berlanjut.

Investor kini mencermati pergerakan pasar global serta kebijakan ekonomi pemerintah dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Informasi ekonomi dan bisnis terbaru lainnya dapat dibaca di JurnalLugas.Com

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait