Zionis Israel Tak Waras Ancam Serang Gaza Tengah Warga Palestina Diperintahkan Mengungsi Massal

JurnalLugas.Com — Ketegangan di Jalur Gaza kembali memuncak. Pada Sabtu, 28 Juni 2025, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi wajib terhadap warga Palestina yang tinggal di sejumlah wilayah padat penduduk di Gaza bagian tengah. Peringatan keras tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, melalui akun resmi di platform X (sebelumnya Twitter).

Dalam unggahannya, Adraee menyertakan peta kawasan Gaza tengah yang dibagi menjadi beberapa zona bernomor. Zona-zona yang disebut sebagai “wilayah yang harus dievakuasi” ditandai dengan warna merah mencolok. Ia menyatakan bahwa wilayah itu akan menjadi target serangan militer dalam waktu dekat.

Bacaan Lainnya

“Kota Nuseirat, Al-Zahra, Al-Mughraqa, Al-Nuzha, Al-Bawadi, Al-Basma, Al-Zahra, Al-Bustan, Badr, Abu Huraira, Al-Rawda, dan Al-Safa termasuk dalam zona konflik berbahaya,” tegas Adraee, mengklaim bahwa wilayah-wilayah tersebut digunakan oleh kelompok bersenjata Palestina untuk meluncurkan roket ke Israel.

Baca Juga  Trump Tegaskan AS Tak Akan Kirim Pasukan ke Gaza, Serahkan Operasi pada Israel

Lebih lanjut, Adraee mengarahkan warga sipil untuk mengungsi ke Al-Mawasi, sebuah area di selatan Gaza yang ia sebut sebagai “zona aman”. Namun, kelompok-kelompok hak asasi manusia dan lembaga kemanusiaan internasional telah lama mempertanyakan keamanan dan kapasitas tempat tersebut, mengingat wilayah itu telah menjadi lokasi pengungsian bagi puluhan ribu orang sejak awal konflik.

Sejak meletusnya serangan Israel ke Gaza pada 7 Oktober 2023, pola evakuasi semacam ini terus terjadi. Militer Israel menggunakan peta blok yang membagi Gaza menjadi zona-zona kecil untuk mengatur pemindahan penduduk. Namun kenyataannya, sebagian besar wilayah yang diklaim “aman” juga telah menjadi sasaran serangan, menurut laporan sejumlah media internasional dan lembaga HAM.

Menurut data terbaru dari organisasi kemanusiaan, lebih dari 90 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengalami pengungsian paksa sedikitnya satu kali sejak dimulainya serangan Israel. Banyak dari mereka kini tinggal di tenda-tenda darurat, menghadapi kondisi tanpa air bersih, pangan, dan fasilitas medis yang memadai.

Baca Juga  Mengejutkan Trump Tolak Aneksasi Israel di Tepi Barat

Konflik ini terus menimbulkan kekhawatiran besar dari masyarakat internasional. Sejumlah negara dan organisasi global telah menyerukan penghentian serangan terhadap wilayah sipil serta mendorong diadakannya gencatan senjata permanen. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda konflik akan mereda.

Selengkapnya kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait