Profil Pramono Anung Wibowo Dari Dunia Bisnis ke Arena Politik

JurnalLugas.Com – Pramono Anung Wibowo tidak hanya dikenal sebagai sosok politikus, tetapi juga memiliki pengalaman yang luas di dunia bisnis. Sebelum terjun ke dunia politik, ia pernah menjabat sejumlah posisi penting di perusahaan besar. Pramono menjabat sebagai Direktur di PT. Tanito Harum (1988-1996) dan PT. Vietmindo Energitama (1979-1982). Selain itu, ia juga pernah menjadi Komisaris di PT. Yudhistira Haka Perkasa (1996-1999).

Pria lulusan Teknik Pertambangan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mulai menjajaki dunia politik dengan bergabung sebagai anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada tahun 1998. Langkah awal karir politiknya dimulai sebagai anggota partai.

Karir politik Pramono semakin bersinar ketika ia terpilih sebagai anggota DPR pada tahun 1999. Pada tahun 2000, ia diangkat menjadi Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, dan lima tahun kemudian dipercaya untuk menduduki posisi Sekretaris Jenderal PDIP.

Pada Pemilu 2009, Pramono turut serta dalam kampanye untuk memenangkan Megawati Soekarnoputri yang berpasangan dengan Prabowo Subianto. Namun, pasangan tersebut kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono.

Dalam dunia legislatif, Pramono mencatatkan sejarah sebagai anggota DPR RI dalam tiga periode berturut-turut, yaitu 1999-2004, 2004-2014, dan 2009-2014. Pada periode 2009-2014, ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPR mewakili PDIP di era pemerintahan SBY, di bawah pimpinan Marzuki Alie. Meskipun terpilih kembali sebagai anggota DPR untuk periode 2014-2019, Pramono hanya menjabat kurang dari setahun.

Sebagai politisi ulung, Pramono kemudian dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Sekretaris Kabinet pada tahun 2015 dalam pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Ia kembali dipilih untuk menduduki posisi yang sama dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 115/P 2019 tanggal 23 Oktober 2019.

Saat ini, Pramono Anung siap bersaing dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 bersama Rano Karno. Dalam konferensi pers, Pramono menyatakan kesiapannya untuk membangun Jakarta. Ia berkomitmen untuk memperbaiki moda transportasi umum seperti LRT, MRT, serta mengatasi kemacetan di Jakarta guna mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan.

Pramono juga menegaskan kesiapannya untuk mundur dari jabatan sebagai Sekretaris Kabinet jika diperlukan demi mengikuti kontestasi politik dalam Pilkada DKI Jakarta 2024.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait