Netanyahu Tuduh Mesir Selundupkan Senjata di Palestina Ini Tindakan Qatar dan Yordania

JurnalLugas.Com – Pada hari Selasa, 3 September 2024, Yordania, Qatar, dan Palestina mengkritik keras tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa senjata diselundupkan ke Hamas melalui perbatasan Mesir. Kementerian Luar Negeri Yordania mengecam klaim Netanyahu mengenai Koridor Philadelphi, menyebutnya sebagai “tuduhan tidak berdasar” yang menghambat upaya mediasi Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat untuk mencapai gencatan senjata permanen di Gaza.

Kementerian Yordania menegaskan dukungan penuh terhadap Mesir dan menolak klaim Israel yang dianggap sebagai “provokasi” dan “eskalasi ketegangan” di wilayah tersebut. Netanyahu, pada Senin, 2 September, menolak untuk menarik pasukan Israel dari Koridor Philadelphi dan mengklaim koridor tersebut sebagai jalur utama bagi Hamas untuk memperkuat persenjataan.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Potong Bantuan Gaza Menteri Belgia Caroline Gennez Kutuk Menteri Keamanan Israel Itamar Ben-Gvir

Qatar juga menyatakan dukungan penuh terhadap Mesir dan menolak pernyataan Netanyahu, menuduhnya mencoba mengalihkan perhatian publik dan menghambat upaya mediasi. Qatar menekankan pentingnya mengakhiri agresi Israel dan mengatasi situasi kemanusiaan di Gaza.

Kepresidenan Palestina mengkritik pernyataan Netanyahu dan menghargai peran Mesir dalam menolak pemindahan paksa rakyat Palestina. Mereka juga menolak kehadiran militer Israel di Koridor Philadelphi dan penyeberangan Rafah, serta memuji upaya Mesir, Qatar, dan Yordania untuk mengamankan gencatan senjata dan menghentikan agresi Israel.

Kairo menuduh Netanyahu mencoba melibatkan Mesir untuk mengalihkan opini publik dan menghambat kesepakatan gencatan senjata. Kementerian Luar Negeri Mesir meminta pemerintah Israel bertanggung jawab atas dampak dari pernyataan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk memimpin proses perdamaian di kawasan.

Baca Juga  Tragedi Jenin 20 Ribu Warga Palestina Terusir Akibat Serangan Zionis Israel

Upaya mediasi oleh Mesir, Qatar, dan AS untuk mencapai kesepakatan antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina terhambat karena Netanyahu menolak tuntutan Hamas untuk menghentikan perang. Israel terus melancarkan serangan brutal terhadap Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober, menyebabkan lebih dari 40.800 kematian dan hampir 94.300 luka-luka, serta kekurangan pangan, air, dan obat-obatan yang parah.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait