Potong Bantuan Gaza Menteri Belgia Caroline Gennez Kutuk Menteri Keamanan Israel Itamar Ben-Gvir

JurnalLugas.Com – Pada Senin, 12 Agustus 2024, Caroline Gennez, Menteri Kerja Sama Pembangunan Belgia, dengan tegas mengutuk pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang dianggap sebagai “kejahatan perang.” Pernyataan kontroversial Ben-Gvir terkait pemotongan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil Palestina, khususnya anak-anak, memicu reaksi keras dari Gennez, yang menyampaikan kecamannya melalui platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).

Gennez menyatakan bahwa tindakan tersebut, yang melibatkan pemutusan bantuan esensial kepada warga sipil, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan mengancam proses perdamaian yang sudah sulit dicapai. Dia menekankan bahwa tindakan semacam ini tidak hanya merusak upaya mencapai solusi damai, tetapi juga membahayakan keselamatan banyak orang.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Krisis Pangan di Jalur Gaza Serangan Zionis Israel dan Kurangnya Respons Dunia Barat

Kontroversi ini muncul setelah pernyataan Ben-Gvir pada hari Minggu sebelumnya, di mana ia menyebutkan bahwa setiap kesepakatan gencatan senjata atau pertukaran tahanan dengan Hamas adalah sebuah “kesalahan besar.” Menurutnya, memotong pasokan bahan bakar dan bantuan lainnya kepada Hamas akan memaksa kelompok tersebut untuk menyerah dalam waktu singkat. Oleh karena itu, ia menolak ide untuk melakukan kesepakatan dengan Hamas, menyebutnya sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Negosiasi tidak langsung antara Israel dan Hamas telah berlangsung selama berbulan-bulan, dipimpin oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat. Namun, upaya ini belum membuahkan hasil karena ketidaksepakatan antara kedua belah pihak. Hamas menuntut diakhirinya perang, penarikan pasukan Israel dari Gaza, dan pemulangan pengungsi Palestina ke Gaza utara—tuntutan yang ditolak oleh Israel.

Baca Juga  Serangan Zionis Israel di Tepi Barat Rampok Tanah Palestina

Sementara itu, Israel terus melakukan serangan militer di Jalur Gaza sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera, kekerasan masih berlanjut. Hingga saat ini, menurut otoritas kesehatan Gaza, hampir 40.000 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, telah kehilangan nyawa, dan lebih dari 92.000 lainnya terluka.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait