“Tanya yang Tak Terjawab“
Di ufuk timur, mentari sembunyi,
Di tanah suci, luka abadi.
Angin bertiup, membawa kisah,
Tentang duka yang tiada batas.
Palestina menangis dalam sunyi,
Tanya terbisik, “Kapan berakhir ini?”
Penjajahan yang mencengkeram erat,
Di hati, di tanah, tak lagi kuat.
Di balik tembok, jerit terdengar,
Rindu pada damai, tak pernah pudar.
Anak-anak tumbuh dalam perih,
Mimpi mereka terbungkus sedih.
Zionis datang membawa sengketa,
Menorehkan derita dalam setiap tetes air mata.
Kapan, oh kapan akhir penantian,
Palestina kembali ke dalam pangkuan?
Bumi bergolak, darah tertumpah,
Namun harapan tetaplah indah.
Di langit malam ada bintang bersinar,
Menunggu saat damai yang sabar.
Wahai waktu, dengarlah seruan,
Kapan datang fajar kebebasan?
Di setiap doa, dalam sujud yang tulus,
Kami menanti, hingga akhir penantian mulus.
Puisi ini menggambarkan keputusasaan dan harapan rakyat Palestina yang masih menanti akhir dari penjajahan yang menyakitkan, sembari mengingatkan bahwa harapan akan kebebasan selalu menyala.
Soefriyanto


