JurnalLugas.Com – Pada perdagangan Senin, 28 Oktober 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir melemah di tengah tren positif mayoritas bursa saham Asia. IHSG terkoreksi 60,03 poin atau 0,78% dan berada di posisi 7.634,62. Indeks LQ45, yang memuat 45 saham unggulan, turut mengalami penurunan 8,40 poin atau 0,89% menjadi 934,85.
Tekanan Pasar Akibat Kebijakan Moneter China
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan bahwa penurunan IHSG dan bursa regional dipengaruhi oleh sentimen pasar terkait kebijakan Bank Rakyat China (PBoC). PBoC memperkenalkan instrumen moneter baru untuk menjaga likuiditas dalam sistem perbankan. Namun, pelaku pasar juga menantikan langkah stimulus fiskal China, seiring dengan laporan penurunan laba industri negara tersebut.
Berdasarkan data dari Biro Statistik Nasional China, laba industri pada September 2024 turun 3,5% secara tahunan (yoy) menjadi 5.228,16 miliar yuan. Pelaku pasar kini menantikan rilis data PMI Manufaktur China yang akan memberikan gambaran kondisi ekonomi lebih lanjut.
Ketidakstabilan Politik Jepang dan Dampaknya
Selain sentimen dari China, ketidakpastian politik di Jepang turut menjadi perhatian. Koalisi pemerintah yang dipimpin oleh Partai Demokrat Liberal kehilangan mayoritas di parlemen, memperumit rencana normalisasi kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ). BOJ dijadwalkan mengumumkan kebijakan moneter pada Kamis, dan meski pasar memprediksi tidak ada perubahan signifikan, situasi ini meningkatkan kekhawatiran ekonomi Jepang.
Kinerja Sektor dan Saham di IHSG
Meskipun IHSG melemah, empat sektor mencatatkan penguatan, dipimpin oleh sektor industri yang naik 0,33%. Sektor transportasi dan logistik menguat 0,28%, diikuti sektor properti dengan kenaikan 0,14%. Di sisi lain, tujuh sektor mengalami koreksi, dengan sektor infrastruktur terkoreksi paling dalam sebesar 1,34%, disusul sektor keuangan dan kesehatan masing-masing turun 1,24% dan 0,18%.
Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain TOTL, CITY, JMAS, FOLK, dan BNBR. Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan paling signifikan adalah TOSK, LABA, BNLI, BREN, dan SMGR.
Statistik Perdagangan Saham
Pada perdagangan hari ini, jumlah transaksi tercatat sebanyak 1.291.504 kali, dengan volume perdagangan mencapai 20,71 miliar saham senilai Rp9,51 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 203 saham mengalami kenaikan, 365 saham melemah, dan 227 saham stagnan.
Bursa Asia Menguat, IHSG Tertahan di Zona Merah
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah bursa saham Asia mencatatkan penguatan. Indeks Nikkei melonjak 691,60 poin atau 1,82% ke 38.605,50, Hang Seng naik tipis 9,20 poin atau 0,04% ke 20.599,35, dan indeks Shanghai menguat 22,50 poin atau 0,68% ke 3.322,19. Namun, Indeks Straits Times Singapura mengalami penurunan 3,83 poin atau 0,11% ke 3.589,57.
Penutupan IHSG pada Senin ini mencerminkan kombinasi dari sentimen negatif eksternal dan faktor domestik. Kebijakan moneter dan kondisi ekonomi China, ketidakstabilan politik di Jepang, serta proyeksi kebijakan Bank of Japan menjadi faktor penekan pasar. Di sisi lain, meski beberapa sektor berhasil mencatatkan kenaikan, dominasi sektor yang melemah menahan laju IHSG hingga sesi penutupan.






