Telkom Perkuat Transformasi Digital, Laba Bersih 2025 Tembus Rp17,8 Triliun

JurnalLugas.Com — Di tengah percepatan industri digital nasional dan persaingan layanan telekomunikasi yang semakin agresif, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berhasil mempertahankan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025.

Perusahaan telekomunikasi milik negara tersebut mencatat laba bersih sebesar Rp17,8 triliun dengan margin laba bersih mencapai 12,1 persen. Kinerja itu menjadi salah satu indikator bahwa strategi transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan mulai memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan jangka panjang.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama Dian Siswarini menyebut stabilitas kinerja perseroan tidak terlepas dari langkah transformasi bertahap yang dilakukan melalui strategi TLKM 30.

“Transformasi yang dijalankan Telkom difokuskan untuk memperkuat daya saing perusahaan di era digital sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 12 Mei 2026.

Pendapatan Telkom Tembus Rp146,7 Triliun

Sepanjang 2025, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun. Sementara normalized net income atau laba bersih yang telah disesuaikan tercatat mencapai Rp22,7 triliun.

Perseroan juga mencatat EBITDA sebesar Rp72,2 triliun dengan margin hampir menyentuh 50 persen. Angka tersebut dinilai mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga efisiensi operasional di tengah meningkatnya kebutuhan investasi digital.

Baca Juga  PT Platinum Wahab Nusantara (TGUK) Alami Rugi Bersih Pertama Sejak IPO Penjualan Minuman Anjlok Drastis

Analis teknologi dan telekomunikasi, Reza Firmansyah, mengatakan Telkom masih menjadi pemain dominan dalam pengembangan infrastruktur digital nasional.

“Keunggulan Telkom ada pada kekuatan jaringan dan kemampuan perusahaan membangun ekosistem digital dari hulu hingga hilir,” katanya.

Telkomsel Masih Jadi Penopang Utama

Kontribusi terbesar pendapatan perusahaan masih berasal dari segmen layanan konsumen atau B2C. Melalui Telkomsel, perseroan membukukan pendapatan lebih dari Rp109 triliun sepanjang tahun 2025.

Lonjakan kebutuhan internet cepat, layanan streaming, media sosial, hingga aktivitas digital harian masyarakat membuat trafik data meningkat sekitar 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan perilaku masyarakat Indonesia yang semakin bergantung pada layanan digital berbasis internet.

Selain layanan seluler, bisnis fixed broadband dan internet rumah juga terus mengalami peningkatan seiring tingginya kebutuhan konektivitas stabil untuk bekerja dan belajar dari rumah.

Infrastruktur Digital Nasional Terus Diperluas

TelkomGroup juga memperkuat bisnis infrastruktur digital melalui pengembangan jaringan fiber optik, data center, cloud computing, hingga konektivitas satelit.

Saat ini perusahaan memiliki jaringan backbone serat optik lebih dari 210 ribu kilometer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Pendapatan dari segmen B2B Infrastructure tercatat sebesar Rp8,9 triliun atau tumbuh 9,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu terutama ditopang ekspansi layanan data center dan bisnis fiber.

Baca Juga  Free Float Saham Akan Naik? BEI dan OJK Siapkan Langkah Bertahap Lindungi Investor

Pengamat ekonomi digital, Dimas Kurniawan, menilai investasi infrastruktur digital menjadi langkah penting menghadapi kebutuhan teknologi masa depan.

“Permintaan layanan cloud, data center, dan konektivitas akan terus meningkat. Perusahaan yang lebih siap infrastrukturnya akan lebih unggul,” ujarnya.

Fokus pada Pertumbuhan Jangka Panjang

Selain mencatat pertumbuhan bisnis, Telkom juga membukukan Total Shareholder Return sebesar 35,7 persen sepanjang 2025. Angka itu terdiri dari capital gain dan dividend yield yang dinilai memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan.

Perseroan juga tetap menjalankan program buyback saham sebagai bagian dari strategi menjaga nilai perusahaan di pasar modal.

Dengan transformasi yang terus diperkuat, Telkom optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis sekaligus mempercepat pembangunan ekosistem digital nasional yang semakin kompetitif.

Baca berita dan informasi menarik lainnya di JurnalLugas.Com

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait