Pemberontak Kuasai Damaskus Presiden Suriah Bashar al-Assad Kabur

JurnalLugas.Com – Dalam perkembangan yang mengejutkan, Presiden Suriah Bashar al-Assad dilaporkan telah meninggalkan ibu kota Damaskus dengan pesawat saat kelompok pemberontak memasuki kota tersebut. Keberadaan Assad saat ini belum diketahui, menurut laporan yang mengutip dua pejabat militer senior tanpa menyebutkan identitas mereka.

Sementara itu, pemerintah Suriah menegaskan bahwa Assad masih menjalankan pemerintahan dari Damaskus, meski spekulasi mengenai posisinya terus berkembang. Di sisi lain, kelompok pemberontak Hayat Tahrir Al-Sham melalui platform Telegram menyatakan bahwa mereka telah berhasil memasuki Damaskus, seperti dilaporkan oleh Agence France-Presse.

Bacaan Lainnya

Bandara Damaskus dan Wilayah Strategis Jatuh

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa militer Suriah dan pasukan keamanan telah meninggalkan bandara Damaskus. Dalam sepekan terakhir, pasukan pemberontak berhasil merebut sejumlah wilayah strategis, termasuk Aleppo—salah satu kota terbesar di Suriah—dan terus maju menuju Hama.

Baca Juga  Israel Serang Damaskus Suriah Konflik Suwayda Picu Ketegangan Regional

Selain itu, pemberontak juga mengklaim telah menguasai Homs, sebuah kota yang terletak hanya dua jam perjalanan dari istana Assad di Damaskus. Keberhasilan mendadak kelompok oposisi ini menandai kemunduran besar bagi pemerintah Suriah.

Reaksi Internasional dan Situasi Geopolitik

Runtuhnya pertahanan pemerintah Assad secara cepat mengejutkan banyak pihak, termasuk sekutu utamanya, Rusia dan Iran, serta negara-negara seperti Amerika Serikat dan Israel. Rusia dan Iran, yang pada tahun 2015 membantu Assad membalikkan keadaan perang, kini menghadapi tantangan baru akibat konflik di Timur Tengah dan Ukraina, yang membebani sumber daya mereka.

Ketidakpastian terus melingkupi apakah Assad mampu mempertahankan kontrol atas Damaskus dan memastikan kelangsungan pemerintahannya. Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai masa depan Suriah dalam konteks politik dan keamanan regional.

Dampak Konflik Suriah

Konflik yang berkepanjangan sejak tahun 2011 telah menelan korban jiwa antara 300.000 hingga 500.000 orang. Selain itu, lebih dari 7 juta orang terpaksa mengungsi di dalam negeri, sementara sedikitnya 6,4 juta orang lainnya menjadi pengungsi di luar negeri, menurut data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi lokal Suriah.

Baca Juga  Pasukan Oposisi Kuasai Damaskus Abu Mohammad Al Jolani Tahan Diri Intervensi Israel Keluarga Assad Minggat ke Rusia

Dengan situasi yang terus berkembang, nasib Suriah tampak semakin sulit diprediksi, sementara dampak kemanusiaan dari konflik ini terus dirasakan oleh jutaan warganya.

Kemajuan pemberontak yang pesat menandai fase baru dalam konflik Suriah yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Dengan ketidakpastian mengenai keberadaan Presiden Bashar al-Assad, Suriah menghadapi titik kritis yang dapat mengubah jalannya sejarah politik dan kemanusiaan di kawasan tersebut.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait