Mikhail Bogdanov Rusia Dekati Hayat Tahrir al-Sham Suriah

JurnalLugas.Com – Rusia baru-baru ini mengonfirmasi telah menjalin kontak resmi dengan komite politik Hayat Tahrir al-Sham (HTS), kelompok yang beroperasi di Suriah. Langkah ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov, pada Kamis, 12 Desember 2024, dengan tujuan utama menjamin keamanan warga Rusia dan misi diplomatik di wilayah tersebut.

Pendekatan Diplomatik Rusia dengan HTS

Bogdanov menyebutkan bahwa perwakilan dari kedutaan Rusia telah bertemu dengan anggota komite politik HTS, yang kini berbasis di Damaskus. Menurutnya, pertemuan ini dilakukan di sebuah hotel di ibu kota, di mana komite politik HTS juga bertemu dengan perwakilan korps diplomatik lainnya.

Bacaan Lainnya

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa HTS, sebagai salah satu kekuatan signifikan di Suriah pasca-konflik, mampu memenuhi janjinya dalam menjamin stabilitas dan keamanan bagi warga negara Rusia serta fasilitas diplomatik yang ada. Bogdanov menegaskan bahwa Rusia berharap HTS dapat menunjukkan komitmen nyata terhadap janji-janji tersebut.

Baca Juga  Laporan Intelijen Barat, China dan Rusia Fix Dukung Iran, Siap Gempur AS-Israel

Kerjasama dengan Israel dalam Konteks Suriah

Selain upayanya melalui HTS, Rusia juga menjalin komunikasi dengan Israel terkait situasi di Suriah. Hal ini menjadi bagian dari strategi diplomatik Rusia untuk memperkuat stabilitas regional di tengah kekacauan yang melanda Suriah setelah lebih dari satu dekade konflik.

Krisis Suriah Pasca-Tumbangnya Bashar Assad

Suriah saat ini berada di fase kritis setelah tumbangnya rezim Bashar Assad, yang telah memerintah selama hampir 25 tahun. Assad terpaksa melarikan diri ke Rusia setelah kelompok pemberontak berhasil merebut ibu kota Damaskus. Kejatuhan Assad juga mengakhiri dominasi panjang Partai Baath, yang telah berkuasa selama lebih dari lima dekade.

Rekonstruksi Suriah: Tantangan Besar yang Menghadang

Menurut PBB, biaya rekonstruksi Suriah setelah 13 tahun dilanda konflik diperkirakan mencapai 1 triliun dolar AS, atau sekitar Rp16.000 triliun. Angka fantastis ini mencerminkan kerusakan besar yang ditinggalkan oleh perang. Pada 2019, Bank Dunia menekankan pentingnya dukungan internasional untuk memastikan penyelesaian sengketa politik yang menjadi akar konflik di Suriah.

Baca Juga  Tsunami Tiba 30 Menit di Hokkaido Jepang Usai Gempa Kamchatka Rusia M8,6 Hawaii Siaga

Langkah Rusia dalam menjalin kontak dengan HTS menunjukkan pendekatan pragmatisnya dalam menangani isu-isu keamanan di Suriah. Dengan turut melibatkan Israel dalam diskusi strategis, Rusia tampaknya berupaya memperkuat posisinya sebagai mediator utama di kawasan tersebut. Namun, keberhasilan langkah ini sangat bergantung pada komitmen HTS untuk memenuhi janji-janjinya serta dukungan internasional dalam proses rekonstruksi Suriah.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait