PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) dan PT Hero Global Investment Tbk (HGII) Resmi Melantai di BEI

Initial public offering hologram, night panoramic city view of Bangkok. The financial center for multinational corporations in Asia. The concept of boosting the growth by IPO process. Double exposure.

JurnalLugas.Com – Pada hari ini, Kamis (9/1/2025), Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatat sejarah dengan kedatangan dua emiten baru, yaitu PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) dan PT Hero Global Investment Tbk (HGII). Keduanya menjadi emiten keempat dan kelima yang melantai di BEI pada tahun 2025, menyusul tiga emiten sebelumnya: PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII), PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC)

Raja Roti Cemerlang, produsen tepung roti merek Royal, melepas sebanyak 291,5 juta saham atau setara dengan 30,01 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO. Saham tersebut dijual dengan harga Rp210 per lembar, sehingga potensi dana segar yang dapat diraih mencapai Rp61,21 miliar.

Bacaan Lainnya

Selain itu, BRRC juga menerbitkan 145,75 juta Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp210. Jika seluruh waran ini terealisasi, perusahaan dapat menambah pendanaan hingga Rp30,60 miliar. Dana dari IPO, setelah dikurangi biaya emisi, sepenuhnya akan dialokasikan untuk modal kerja, meliputi peningkatan stok bahan baku serta biaya operasional seperti energi dan tenaga kerja.

Baca Juga  Saham CBRE Melejit 87 Persen Pimpin Top Gainers Sepekan BEI

Dana dari Waran Seri I juga akan digunakan sebagai modal kerja tambahan untuk mendukung pertumbuhan penjualan produk tepung roti mereka. Dengan strategi ini, BRRC optimis dapat meningkatkan daya saing di pasar bahan baku makanan nasional.

PT Hero Global Investment Tbk (HGII)

Hero Global Investment, perusahaan induk penyedia energi baru terbarukan, menawarkan 1,3 miliar saham ke publik atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO. Dengan harga Rp200 per saham, HGII berhasil meraup dana segar hingga Rp260 miliar.

Dana hasil IPO akan dialokasikan sebagai berikut:

  1. Sekitar 66,82 persen untuk setoran modal kepada anak usaha, PT Siantar Sitanduk Energi (SSE).
  • 90,9 persen belanja modal: Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 25 MW di Sumatera Utara.
  • 9,1 persen modal kerja: Mendukung proyek PLTA setelah memenangkan Proyek Penyediaan Tenaga Listrik (PPTL).
  1. Sekitar 31,45 persen untuk setoran modal kepada anak usaha lainnya, PT Multiprima Hidro Energi (MHE).
  • 80,6 persen belanja modal: Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) berkapasitas 10 MW di Sumatera Utara.
  • 19,4 persen modal kerja: Mendukung proyek PLTM di Sumatera Utara.
  1. Sisanya, 1,73 persen, akan digunakan untuk modal kerja grup perusahaan.
    Alokasi ini mencakup pembayaran operasional hingga eksplorasi dan studi awal untuk proyek energi baru terbarukan (EBT) seperti biomassa, biogas, dan tenaga surya.
Baca Juga  IHSG dan LQ45 Menghijau Refleksi Ekspektasi Pelaku Pasar Saham

Langkah BRRC dan HGII dalam melakukan penawaran saham perdana (IPO) menegaskan komitmen mereka untuk terus berkembang di sektor masing-masing. BRRC fokus pada industri bahan baku makanan, sementara HGII memimpin pengembangan energi baru terbarukan, khususnya tenaga air.

Kehadiran kedua perusahaan ini di BEI tidak hanya meningkatkan kapitalisasi pasar, tetapi juga menunjukkan bahwa sektor bahan baku makanan dan energi terbarukan semakin mendapat perhatian dari para investor.

Informasi lebih lanjut seputar dunia bisnis dan keuangan dapat Anda temukan di JurnalLugas.com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait