Komandan Hamas Brigade Qassam Hussein Fayyadh Muncul Klaim Israel Bunuh Terbantahkan

JurnalLugas.Com – Seorang komandan sayap militer Hamas, Brigade Qassam, Hussein Fayyadh, kembali muncul di Jalur Gaza utara meskipun tentara Israel sebelumnya mengklaim telah membunuhnya pada Mei tahun lalu. Keberadaan Fayyadh terungkap melalui rekaman video yang dibagikan oleh para aktivis pada Rabu (22/1). Video tersebut menunjukkan Fayyadh berbicara kepada para peserta dalam sebuah kampanye di Gaza utara.

“Gaza telah muncul tak tergoyahkan, menang, dan dengan kepala tegak,” ujar Fayyadh dalam video tersebut, mengisyaratkan semangat juang yang tetap menyala di tengah situasi konflik yang berkepanjangan.

Bacaan Lainnya

Klaim Israel yang Keliru

Pada 23 Mei 2023, tentara Israel menyatakan bahwa mereka telah berhasil membunuh Hussein Fayyadh dalam serangan udara yang menargetkan kompleks bawah tanah di kota Jabalia, Gaza utara.

Baca Juga  Surat Perintah Penangkapan Netanyahu dan Gallant oleh ICC Ini Respons Negara Eropa

Namun, klaim ini terbantahkan ketika tentara Israel pada hari yang sama mengakui bahwa informasi intelijen terkait kematian Fayyadh tidak akurat. Hal ini menjadi sorotan internasional, mengingat pernyataan tersebut sebelumnya digunakan untuk membenarkan operasi militer di wilayah tersebut.

Fayyadh dianggap sebagai salah satu tokoh kunci di balik serangan roket yang diluncurkan Hamas selama konflik di Gaza, termasuk serangan ke pemukiman Israel di dekat perbatasan.

Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza

Setelah konflik yang menewaskan lebih dari 47.200 warga Palestina—mayoritas wanita dan anak-anak—dan melukai lebih dari 111.160 lainnya sejak 7 Oktober 2023, fase pertama perjanjian gencatan senjata Gaza dimulai pada 19 Januari. Perjanjian tiga fase ini bertujuan untuk menghentikan kekerasan secara permanen melalui pertukaran tahanan, pengurangan serangan, serta penarikan pasukan Israel dari Gaza.

Namun, dampak dari serangan sebelumnya masih terasa. Ribuan orang dilaporkan hilang, sementara kerusakan infrastruktur serta krisis kemanusiaan telah menciptakan salah satu bencana global terburuk yang pernah terjadi.

Baca Juga  11 Kapal Freedom Flotilla Berlayar Menuju Gaza, Tantang Blokade Zionis Israel

Langkah Hukum Internasional

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada November 2023 atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Selain itu, Israel menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional terkait serangan brutalnya di Jalur Gaza.

Perkembangan ini menunjukkan semakin meningkatnya tekanan terhadap Israel di panggung internasional, sementara komunitas global terus menyerukan penyelesaian damai yang berkeadilan di wilayah tersebut.

Untuk informasi lebih lanjut tentang konflik ini, kunjungi JurnalLugas.com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait