11 Kapal Freedom Flotilla Berlayar Menuju Gaza, Tantang Blokade Zionis Israel

JurnalLugas.Com – Organisasi internasional Freedom Flotilla Coalition (FFC) kembali meluncurkan misi kemanusiaan ke Jalur Gaza. Dalam pernyataannya pada Kamis (2/10), FFC menyebut ada 11 kapal yang tengah berlayar menantang blokade Israel yang telah berlangsung hampir dua dekade.

Dua kapal yang mengibarkan bendera Italia dan Prancis tercatat berangkat dari Otranto, Italia, pada 25 September. Keduanya kemudian bergabung dengan kapal Conscience pada 30 September. Konvoi ini selanjutnya direncanakan bertemu dengan delapan kapal lain bertajuk “Thousand Madleens to Gaza” dalam beberapa jam ke depan, membentuk armada gabungan menuju Gaza.

Bacaan Lainnya

“Sekitar 100 aktivis dari berbagai negara kini berada di atas kapal-kapal tersebut yang saat ini berlayar di lepas pantai Kreta,” tulis pernyataan resmi FFC.

Baca Juga  Netanyahu Kabur Diserbu Keluarga Sandera Sebut PM Israel Pengecut Pecundang

Konvoi Bantuan dan Perlawanan Simbolis

Didirikan sejak 2008, FFC telah menggelar puluhan misi kemanusiaan untuk membawa bantuan medis, pangan, hingga dukungan moral bagi warga Palestina. Aksi ini sekaligus bertujuan menarik perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan di Gaza.

Misi terbaru ini berlangsung hanya sehari setelah angkatan laut Israel menyita 42 kapal yang juga berupaya menembus blokade, serta menahan lebih dari 450 aktivis di dalamnya.

Seorang juru bicara FFC menegaskan, aksi tersebut bukan sekadar pengiriman bantuan, melainkan bentuk perlawanan sipil terhadap apa yang mereka sebut sebagai “pengepungan ilegal”. Ia menambahkan, “Kami akan terus berlayar hingga blokade dicabut.”

Blokade Gaza dan Krisis Kemanusiaan

Israel telah memberlakukan blokade ketat atas Gaza—wilayah dengan populasi sekitar 2,4 juta jiwa—sejak 2007. Situasi semakin memburuk pada Maret lalu ketika perbatasan ditutup sepenuhnya, termasuk penghentian pengiriman makanan dan obat-obatan.

Baca Juga  AS Ultimatum Israel, Bersihkan Gaza yang Rata Akibat Perang, Biaya Capai USD1 Miliar

Sejak eskalasi serangan pada Oktober 2023, laporan otoritas kesehatan di Gaza mencatat lebih dari 66.200 warga Palestina tewas, mayoritas perempuan dan anak-anak.

PBB dan berbagai lembaga hak asasi manusia berulang kali memperingatkan kondisi Gaza yang kian memburuk. Krisis pangan, keterbatasan air bersih, hingga penyebaran penyakit menjadikan wilayah tersebut “semakin tidak layak huni”.

Untuk informasi berita terkini dan analisis lebih dalam, kunjungi: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait