Nissan Siap Rilis X-Trail e-Power di Indonesia Simak Bocoran Resminya

JurnalLugas.Com — PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) mengonfirmasi akan membawa model terbaru dari teknologi elektrifikasi andalannya, Nissan e-Power, ke pasar otomotif Tanah Air dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan terus memperluas jajaran mobil elektrifikasi di tengah meningkatnya minat pasar terhadap kendaraan ramah lingkungan.

“Untuk kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV), kami tetap membuka kemungkinan, namun yang paling realistis saat ini adalah model e-Power terbaru yang akan segera hadir di Indonesia,” ujar Bima Aristyanto, Kepala Penjualan dan Perencanaan Produk PT NMDI, pada Selasa, 15 April 2025.

Bacaan Lainnya

Misteri Model Baru e-Power

Meski belum diumumkan secara resmi model apa yang akan dibawa, spekulasi publik mulai mengerucut pada sosok Nissan X-Trail e-Power, yang sebelumnya sempat diperkenalkan pada akhir 2024 lalu dengan varian e-4ORCE. Ini menjadi pertanda kuat bahwa SUV tersebut bisa menjadi tulang punggung baru dalam portofolio elektrifikasi Nissan di Indonesia.

Baca Juga  Ditekan Mobil Listrik China Honda dan Nissan Bakal Merger Produksi EV

Saat ini, model e-Power yang sudah mengaspal di Indonesia meliputi Nissan Serena e-Power dan Nissan Kicks e-Power, yang masing-masing mendapat sambutan positif dari konsumen. Melihat tren tersebut, X-Trail e-Power diyakini akan menjadi pesaing serius bagi SUV sekelas Honda CR-V di segmen elektrifikasi.

Antusiasme Pasar Menjanjikan

Bima turut mengungkapkan bahwa respons pasar terhadap teknologi e-Power selama ini sangat menggembirakan. Ia menyebut, informasi lebih lanjut soal peluncuran resmi akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Antusiasmenya luar biasa. Mengenai peluncurannya, kita akan umumkan segera dalam waktu dekat, termasuk jadwal resmi kehadiran produk terbarunya,” jelasnya.

Keunggulan Teknologi e-Power

Teknologi Nissan e-Power menggabungkan mesin bensin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) yang berfungsi sebagai generator, dengan inverter, baterai, dan motor listrik. Berbeda dari teknologi hybrid tradisional, pada sistem e-Power, mesin bensin tidak langsung menggerakkan roda, melainkan hanya untuk mengisi daya baterai.

Baca Juga  Saham Nissan Motor Meroket 22 Persen Rencana Merger dengan Honda Jadi Sorotan

Dengan pendekatan ini, kendaraan mampu berjalan sepenuhnya menggunakan tenaga listrik, menghadirkan sensasi berkendara seperti mobil listrik murni, namun tanpa perlu infrastruktur pengisian daya (charging station). Nissan mengklaim, sistem ini membuat konsumsi bahan bakar jauh lebih efisien sekaligus menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih halus dan responsif.


Untuk berita otomotif lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait